Image of PENCEGAHAN RASISME DALAM TAFSIR FI ZHILALIL QUR’AN KARYA SAYYID QUTHB (TINJAUAN QS. AL-HUJURAT [49]:11, 13 DAN QS. AR-RUM [30]:22)

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

PENCEGAHAN RASISME DALAM TAFSIR FI ZHILALIL QUR’AN KARYA SAYYID QUTHB (TINJAUAN QS. AL-HUJURAT [49]:11, 13 DAN QS. AR-RUM [30]:22)



ABSTRAK
Siti Mahfudho. NIM: 211111004. Pencegahan Rasisme dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Quthb (Tinjauan QS. Al-Hujurat [49]:11, 13, dan QS. Ar-Rum [30]:22). Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. 2025.
Rasisme merupakan salah satu permasalahan sosial yang terus ada di berbagai belahan dunia, termasuk di tengah masyarakat Muslim. Diskriminasi berbasis ras dan etnisitas tidak hanya merusak hubungan antarindividu, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai keadilan dan persamaan dalam Islam. Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam mengandung prinsip-prinsip yang menolak segala bentuk rasisme. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyebab rasisme menurut Sayyid Quthb dalam tafsir Fi Zhilalil Qur’an berdasarkan QS. Al-Hujurat [49]:11, 13, dan QS. Ar-Rum [30]:22. Menjelaskan upaya pencegahan rasisme dalam tafsir Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Quthb menurut QS. Al-Hujurat [49]:11, 13, dan QS. Ar-Rum [30]:22.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Sumber data primer diambil dari kitab tafsir Fi Zhilalil Qur’an. Sedangkan sumber data sekunder diambil dari buku catatan, bukti sejarah, artikel ilmiah, arsip yang dipublikasikan yang berkaitan dengan topik penelitian. Analisis yang digunakan adalah analisis wacana kritis milik Teun A. Van Dijk. Analisis ini membantu penulis untuk mengidentifikasi ideologi yang terkandung dalam teks tafsir, cara pandang mufassir terhadap realitas sosial, serta hubungan antara wacana dan kekuasaan dalam masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Quthb, meskipun tidak membahas rasisme secara eksplisit, mengandung nilai-nilai penting dalam upaya pencegahannya. Melalui penafsirannya terhadap QS. Al-Hujurat [49]:11, 13, dan QS. Ar-Rum [30]:22, Sayyid Quthb menegaskan bahwa akar rasisme bukan terletak pada perbedaan fisik, melainkan pada sikap merasa superior, egoisme sosial, dan ketidakadilan dalam menilai sesama. Ia memandang bahwa seluruh manusia berasal dari asal yang sama, yakni Adam dan Hawa, dan perbedaan suku, bangsa, serta warna kulit merupakan bagian dari kebesaran Allah SWT yang ditujukan untuk saling mengenal, bukan untuk merendahkan. Rasisme menurutnya merupakan bentuk penyimpangan dari ajaran Islam dan mencerminkan lemahnya iman karena tidak menjadikan ketakwaan sebagai tolok ukur kemuliaan seseorang. Secara implisit, tafsirnya menyampaikan pesan-pesan pencegahan terhadap rasisme melalui penguatan ukhuwah, penghormatan terhadap keberagaman, dan pembinaan akhlak. QS. Al-Hujurat [49]:11, 13 dan QS. Ar-Rum [30]:22 digunakan untuk menolak perilaku menghina sesama dan mengajarkan bahwa perbedaan merupakan kehendak Allah SWT yang memiliki makna spiritual. Dengan menekankan ketakwaan sebagai ukuran utama, Sayyid Quthb mendorong terbentuknya masyarakat yang adil, inklusif, dan bebas dari diskriminasi rasial.
Kata Kunci: Rasisme, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, Sayyid Quthb, Analisis Wacana Kritis, Teun A. Van Dijk
ABSTRACT
Siti Mahfudho. NIM: 211111004. Prevention of Racism in the Interpretation of Fi Zhilalil Qur’an by Sayyid Quthb (Review of QS. Al-Hujurat [49]:11, 13, and QS. Ar-Rum [30]:22). Qur’an and Tafsir Study Program. Faculty of Ushuluddin and Da’wah. Raden Mas Said State Islamic University Surakarta. 2025.
Racism is one of the persistent social issues present in many parts of the world, including within Muslim communities. Racial and ethnic discrimination not only damages interpersonal relationships but also contradicts the values of justice and equality upheld in Islam. The Qur'an, as the primary source of Islamic teachings, contains principles that strongly reject all forms of racism. This study aims to describe the causes of racism according to Sayyid Quthb in the interpretation of Fi Zhilalil Qur’an based on QS. Al-Hujurat [49]:11, 13, and QS. Ar-Rum [30]:22. Explain the efforts to prevent racism in the interpretation of Fi Zhilalil Qur’an by Sayyid Quthb according to QS. Al-Hujurat [49]:11, 13, and QS. Ar-Rum [30]:22.
This study uses a qualitative method with a library research approach. Primary data sources are taken from the interpretation book Fi Zhilalil Qur’an. While secondary data sources are taken from notebooks, historical evidence, scientific articles, published archives related to the research topic. The analysis used is Teun A. Van Dijk's critical discourse analysis. This analysis helps the author to identify the ideology contained in the interpretation text, the interpreter's perspective on social reality, and the relationship between discourse and power in society.
The results of the study show that Fi Zhilalil Qur'an by Sayyid Quthb, although it does not discuss racism explicitly, contains important values in efforts to prevent it. Through his interpretation of QS. Al-Hujurat [49]: 11, 13, and QS. Ar-Rum [30]: 22, Sayyid Quthb emphasized that the roots of racism do not lie in physical differences, but in attitudes of feeling superior, social egoism, and injustice in judging others. He views that all humans come from the same origin, namely Adam and Eve, and differences in ethnicity, nation, and skin color are part of the greatness of Allah SWT which are intended to get to know each other, not to belittle. Racism, according to him, is a form of deviation from Islamic teachings and reflects weak faith because it does not make piety a benchmark for a person's nobility. Implicitly, his interpretation conveys messages of preventing racism through strengthening brotherhood, respect for diversity, and moral development. QS. Al-Hujurat [49]: 11, 13 and QS. Ar-Rum [30]:22 is used to reject insulting behavior towards others and teaches that differences are the will of Allah SWT which has spiritual meaning. By emphasizing piety as the main measure, Sayyid Quthb encourages the formation of a just, inclusive society that is free from racial discrimination.

Keywords: Racism, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, Sayyid Quthb, Critical Discourse Analysis, Teun A. Van Dijk


Ketersediaan

sk202520076.12x1 SIT p c1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1 SIT p c1
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
99 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this