No image available for this title

Text

KECEMASAN PRA KEBEBASAN PADA NARAPIDANA DENGAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS I SURAKARTA




ABSTRAK
Shofiyah Nurus Sa`adah (211221055). Kecemasan Pra Kebebasan Pada Narapidana dengan Tindak Pidana Pencurian di Rumah Tahanan Kelas I Surakarta. Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2025.
Penelitian ini dipandang penting untuk dilakukan guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kecemasan pra kebebasan pada narapidana dengan tindak pidana pencurian, terutama narapidana laki-laki yang belum bebas dan sedang menjalani sisa masa hukuman. Hal ini didasari oleh cukup banyaknya narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian, setiap narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian memiliki perbedaan latar belakang yang beragam dan masa hukuman yang bervariasi, narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian, terutama yang belum bebas dan sedang menjalani sisa masa hukuman mengalami hambatan pra kebebasan yaitu mudah merasakan kecemasan. Kecemasan ini disebabkan oleh faktor usia, lama masa hukuman, menjelang bebas, dan dukungan keluarga yang kurang. Kecemasan lebih rentan dialami narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian dibandingkan narapidana perempuan karena beban yang ditanggung lebih berat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggambarkan kecemasan pra kebebasan pada narapidana dengan tindak pidana pencurian di Rumah Tahanan Negara Kelas I Surakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih melalui purposive sampling, dengan fokus pada pengalaman kecemasan pra kebebasan dari tiga narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian yang berada pada masa akhir hukuman. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi non partisipan, dan dokumentasi. Keabsahan data melalui triangulasi sumber. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan pra kebebasan terlihat pada empat aspek. Aspek somatik: gangguan tidur, pusing atau sakit kepala, dan penurunan berat badan. Aspek perilaku: pembatasan diri dan interaksi, sikap waspada dan selektif, menarik diri, menghindari masalah dan risiko negatif. Aspek kognitif: kesadaran diri sebagai mantan narapidana, cemas terhadap pekerjaan, kehidupan setelah bebas, serta ragu terhadap kemampuan diri setelah bebas. Aspek afektif: gelisah, tidak sabar untuk bebas, cemas, khawatir mengenai pekerjaan ataupun proses adaptasi, serta ketidaknyamanan saat berada di lingkungan penjara. Faktor penyebab antara lain usia muda ataupun tua, lama masa hukuman, menjelang bebas, serta dukungan keluarga yang kurang. Solusinya melalui pembinaan spiritual serta menjadi tamping.
Kata Kunci: Kecemasan Pra Kebebasan, Narapidana, Tindak Pidana Pencurian.



ABSTRACK
Shofiyah Nurus Sa`adah (211221055). Pre-Release Anxiety Among Inmates Convicted of Theft at Class I State Detention Center Surakarta. Islamic Guidance and Counseling Study Program, Faculty of Ushuluddin and Dakwah, Raden Mas Said State Islamic University Surakarta, 2025.
This research is considered important to obtain a deeper understanding of pre-release anxiety among male inmates convicted of theft, particularly those who have not yet been released and are serving the remainder of their sentences. This is based on the considerable number of male theft inmates, each with diverse backgrounds and varying sentence durations, who experience pre-release obstacles in the form of heightened anxiety. Such anxiety is influenced by factors including age, length of sentence, the anticipation of release, and lack of family support. Male inmates convicted of theft are more vulnerable to experiencing pre-release anxiety compared to female inmates, as they are perceived to bear a heavier burden. The purpose of this study is to describe pre-release anxiety among inmates convicted of theft at the Class I State Detention Center in Surakarta.
This study employed a descriptive qualitative approach. Research subjects were selected through purposive sampling, focusing on the pre-release anxiety experiences of three male inmates convicted of theft who were nearing the end of their sentences. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observations, and documentation, with data validity ensured through source triangulation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model.
The results of the study show that pre release anxiety is reflected in four aspects. Somatic aspects: sleep disturbances, dizziness or headaches, and weight loss. Behavioral aspects: self-restriction and limited interaction, cautious and selective attitudes, withdrawal, avoidance of problems and negative risks. Cognitive aspects: self-awareness as former inmates, anxiety about employment, post-release life, and doubt regarding personal abilities after release. Affective aspects: restlessness, impatience to be released, anxiety, worry about employment and adaptation processes, and discomfort while in the prison environment. The contributing factors include age (young or old), length of sentence, approaching release, and lack of family support. The solutions are through spiritual guidance and becoming a prison assistant (tamping)..
Keywords: Pre Release Anxiety, Inmates, Theft Crime.

ABSTRAK
Shofiyah Nurus Sa`adah (211221055). Kecemasan Pra Kebebasan Pada Narapidana dengan Tindak Pidana Pencurian di Rumah Tahanan Kelas I Surakarta. Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2025.
Penelitian ini dipandang penting untuk dilakukan guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kecemasan pra kebebasan pada narapidana dengan tindak pidana pencurian, terutama narapidana laki-laki yang belum bebas dan sedang menjalani sisa masa hukuman. Hal ini didasari oleh cukup banyaknya narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian, setiap narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian memiliki perbedaan latar belakang yang beragam dan masa hukuman yang bervariasi, narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian, terutama yang belum bebas dan sedang menjalani sisa masa hukuman mengalami hambatan pra kebebasan yaitu mudah merasakan kecemasan. Kecemasan ini disebabkan oleh faktor usia, lama masa hukuman, menjelang bebas, dan dukungan keluarga yang kurang. Kecemasan lebih rentan dialami narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian dibandingkan narapidana perempuan karena beban yang ditanggung lebih berat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggambarkan kecemasan pra kebebasan pada narapidana dengan tindak pidana pencurian di Rumah Tahanan Negara Kelas I Surakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih melalui purposive sampling, dengan fokus pada pengalaman kecemasan pra kebebasan dari tiga narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian yang berada pada masa akhir hukuman. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi non partisipan, dan dokumentasi. Keabsahan data melalui triangulasi sumber. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan pra kebebasan terlihat pada empat aspek. Aspek somatik: gangguan tidur, pusing atau sakit kepala, dan penurunan berat badan. Aspek perilaku: pembatasan diri dan interaksi, sikap waspada dan selektif, menarik diri, menghindari masalah dan risiko negatif. Aspek kognitif: kesadaran diri sebagai mantan narapidana, cemas terhadap pekerjaan, kehidupan setelah bebas, serta ragu terhadap kemampuan diri setelah bebas. Aspek afektif: gelisah, tidak sabar untuk bebas, cemas, khawatir mengenai pekerjaan ataupun proses adaptasi, serta ketidaknyamanan saat berada di lingkungan penjara. Faktor penyebab antara lain usia muda ataupun tua, lama masa hukuman, menjelang bebas, serta dukungan keluarga yang kurang. Solusinya melalui pembinaan spiritual serta menjadi tamping.
Kata Kunci: Kecemasan Pra Kebebasan, Narapidana, Tindak Pidana Pencurian.



ABSTRACK
Shofiyah Nurus Sa`adah (211221055). Pre-Release Anxiety Among Inmates Convicted of Theft at Class I State Detention Center Surakarta. Islamic Guidance and Counseling Study Program, Faculty of Ushuluddin and Dakwah, Raden Mas Said State Islamic University Surakarta, 2025.
This research is considered important to obtain a deeper understanding of pre-release anxiety among male inmates convicted of theft, particularly those who have not yet been released and are serving the remainder of their sentences. This is based on the considerable number of male theft inmates, each with diverse backgrounds and varying sentence durations, who experience pre-release obstacles in the form of heightened anxiety. Such anxiety is influenced by factors including age, length of sentence, the anticipation of release, and lack of family support. Male inmates convicted of theft are more vulnerable to experiencing pre-release anxiety compared to female inmates, as they are perceived to bear a heavier burden. The purpose of this study is to describe pre-release anxiety among inmates convicted of theft at the Class I State Detention Center in Surakarta.
This study employed a descriptive qualitative approach. Research subjects were selected through purposive sampling, focusing on the pre-release anxiety experiences of three male inmates convicted of theft who were nearing the end of their sentences. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observations, and documentation, with data validity ensured through source triangulation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model.
The results of the study show that pre release anxiety is reflected in four aspects. Somatic aspects: sleep disturbances, dizziness or headaches, and weight loss. Behavioral aspects: self-restriction and limited interaction, cautious and selective attitudes, withdrawal, avoidance of problems and negative risks. Cognitive aspects: self-awareness as former inmates, anxiety about employment, post-release life, and doubt regarding personal abilities after release. Affective aspects: restlessness, impatience to be released, anxiety, worry about employment and adaptation processes, and discomfort while in the prison environment. The contributing factors include age (young or old), length of sentence, approaching release, and lack of family support. The solutions are through spiritual guidance and becoming a prison assistant (tamping)..
Keywords: Pre Release Anxiety, Inmates, Theft Crime.
ABSTRAK
Shofiyah Nurus Sa`adah (211221055). Kecemasan Pra Kebebasan Pada Narapidana dengan Tindak Pidana Pencurian di Rumah Tahanan Kelas I Surakarta. Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2025.
Penelitian ini dipandang penting untuk dilakukan guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kecemasan pra kebebasan pada narapidana dengan tindak pidana pencurian, terutama narapidana laki-laki yang belum bebas dan sedang menjalani sisa masa hukuman. Hal ini didasari oleh cukup banyaknya narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian, setiap narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian memiliki perbedaan latar belakang yang beragam dan masa hukuman yang bervariasi, narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian, terutama yang belum bebas dan sedang menjalani sisa masa hukuman mengalami hambatan pra kebebasan yaitu mudah merasakan kecemasan. Kecemasan ini disebabkan oleh faktor usia, lama masa hukuman, menjelang bebas, dan dukungan keluarga yang kurang. Kecemasan lebih rentan dialami narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian dibandingkan narapidana perempuan karena beban yang ditanggung lebih berat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggambarkan kecemasan pra kebebasan pada narapidana dengan tindak pidana pencurian di Rumah Tahanan Negara Kelas I Surakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih melalui purposive sampling, dengan fokus pada pengalaman kecemasan pra kebebasan dari tiga narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian yang berada pada masa akhir hukuman. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi non partisipan, dan dokumentasi. Keabsahan data melalui triangulasi sumber. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan pra kebebasan terlihat pada empat aspek. Aspek somatik: gangguan tidur, pusing atau sakit kepala, dan penurunan berat badan. Aspek perilaku: pembatasan diri dan interaksi, sikap waspada dan selektif, menarik diri, menghindari masalah dan risiko negatif. Aspek kognitif: kesadaran diri sebagai mantan narapidana, cemas terhadap pekerjaan, kehidupan setelah bebas, serta ragu terhadap kemampuan diri setelah bebas. Aspek afektif: gelisah, tidak sabar untuk bebas, cemas, khawatir mengenai pekerjaan ataupun proses adaptasi, serta ketidaknyamanan saat berada di lingkungan penjara. Faktor penyebab antara lain usia muda ataupun tua, lama masa hukuman, menjelang bebas, serta dukungan keluarga yang kurang. Solusinya melalui pembinaan spiritual serta menjadi tamping.
Kata Kunci: Kecemasan Pra Kebebasan, Narapidana, Tindak Pidana Pencurian.



ABSTRACK
Shofiyah Nurus Sa`adah (211221055). Pre-Release Anxiety Among Inmates Convicted of Theft at Class I State Detention Center Surakarta. Islamic Guidance and Counseling Study Program, Faculty of Ushuluddin and Dakwah, Raden Mas Said State Islamic University Surakarta, 2025.
This research is considered important to obtain a deeper understanding of pre-release anxiety among male inmates convicted of theft, particularly those who have not yet been released and are serving the remainder of their sentences. This is based on the considerable number of male theft inmates, each with diverse backgrounds and varying sentence durations, who experience pre-release obstacles in the form of heightened anxiety. Such anxiety is influenced by factors including age, length of sentence, the anticipation of release, and lack of family support. Male inmates convicted of theft are more vulnerable to experiencing pre-release anxiety compared to female inmates, as they are perceived to bear a heavier burden. The purpose of this study is to describe pre-release anxiety among inmates convicted of theft at the Class I State Detention Center in Surakarta.
This study employed a descriptive qualitative approach. Research subjects were selected through purposive sampling, focusing on the pre-release anxiety experiences of three male inmates convicted of theft who were nearing the end of their sentences. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observations, and documentation, with data validity ensured through source triangulation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model.
The results of the study show that pre release anxiety is reflected in four aspects. Somatic aspects: sleep disturbances, dizziness or headaches, and weight loss. Behavioral aspects: self-restriction and limited interaction, cautious and selective attitudes, withdrawal, avoidance of problems and negative risks. Cognitive aspects: self-awareness as former inmates, anxiety about employment, post-release life, and doubt regarding personal abilities after release. Affective aspects: restlessness, impatience to be released, anxiety, worry about employment and adaptation processes, and discomfort while in the prison environment. The contributing factors include age (young or old), length of sentence, approaching release, and lack of family support. The solutions are through spiritual guidance and becoming a prison assistant (tamping)..
Keywords: Pre Release Anxiety, Inmates, Theft Crime.

ABSTRAK
Shofiyah Nurus Sa`adah (211221055). Kecemasan Pra Kebebasan Pada Narapidana dengan Tindak Pidana Pencurian di Rumah Tahanan Kelas I Surakarta. Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2025.
Penelitian ini dipandang penting untuk dilakukan guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kecemasan pra kebebasan pada narapidana dengan tindak pidana pencurian, terutama narapidana laki-laki yang belum bebas dan sedang menjalani sisa masa hukuman. Hal ini didasari oleh cukup banyaknya narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian, setiap narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian memiliki perbedaan latar belakang yang beragam dan masa hukuman yang bervariasi, narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian, terutama yang belum bebas dan sedang menjalani sisa masa hukuman mengalami hambatan pra kebebasan yaitu mudah merasakan kecemasan. Kecemasan ini disebabkan oleh faktor usia, lama masa hukuman, menjelang bebas, dan dukungan keluarga yang kurang. Kecemasan lebih rentan dialami narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian dibandingkan narapidana perempuan karena beban yang ditanggung lebih berat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggambarkan kecemasan pra kebebasan pada narapidana dengan tindak pidana pencurian di Rumah Tahanan Negara Kelas I Surakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih melalui purposive sampling, dengan fokus pada pengalaman kecemasan pra kebebasan dari tiga narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian yang berada pada masa akhir hukuman. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi non partisipan, dan dokumentasi. Keabsahan data melalui triangulasi sumber. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan pra kebebasan terlihat pada empat aspek. Aspek somatik: gangguan tidur, pusing atau sakit kepala, dan penurunan berat badan. Aspek perilaku: pembatasan diri dan interaksi, sikap waspada dan selektif, menarik diri, menghindari masalah dan risiko negatif. Aspek kognitif: kesadaran diri sebagai mantan narapidana, cemas terhadap pekerjaan, kehidupan setelah bebas, serta ragu terhadap kemampuan diri setelah bebas. Aspek afektif: gelisah, tidak sabar untuk bebas, cemas, khawatir mengenai pekerjaan ataupun proses adaptasi, serta ketidaknyamanan saat berada di lingkungan penjara. Faktor penyebab antara lain usia muda ataupun tua, lama masa hukuman, menjelang bebas, serta dukungan keluarga yang kurang. Solusinya melalui pembinaan spiritual serta menjadi tamping.
Kata Kunci: Kecemasan Pra Kebebasan, Narapidana, Tindak Pidana Pencurian.



ABSTRACK
Shofiyah Nurus Sa`adah (211221055). Pre-Release Anxiety Among Inmates Convicted of Theft at Class I State Detention Center Surakarta. Islamic Guidance and Counseling Study Program, Faculty of Ushuluddin and Dakwah, Raden Mas Said State Islamic University Surakarta, 2025.
This research is considered important to obtain a deeper understanding of pre-release anxiety among male inmates convicted of theft, particularly those who have not yet been released and are serving the remainder of their sentences. This is based on the considerable number of male theft inmates, each with diverse backgrounds and varying sentence durations, who experience pre-release obstacles in the form of heightened anxiety. Such anxiety is influenced by factors including age, length of sentence, the anticipation of release, and lack of family support. Male inmates convicted of theft are more vulnerable to experiencing pre-release anxiety compared to female inmates, as they are perceived to bear a heavier burden. The purpose of this study is to describe pre-release anxiety among inmates convicted of theft at the Class I State Detention Center in Surakarta.
This study employed a descriptive qualitative approach. Research subjects were selected through purposive sampling, focusing on the pre-release anxiety experiences of three male inmates convicted of theft who were nearing the end of their sentences. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observations, and documentation, with data validity ensured through source triangulation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model.
The results of the study show that pre release anxiety is reflected in four aspects. Somatic aspects: sleep disturbances, dizziness or headaches, and weight loss. Behavioral aspects: self-restriction and limited interaction, cautious and selective attitudes, withdrawal, avoidance of problems and negative risks. Cognitive aspects: self-awareness as former inmates, anxiety about employment, post-release life, and doubt regarding personal abilities after release. Affective aspects: restlessness, impatience to be released, anxiety, worry about employment and adaptation processes, and discomfort while in the prison environment. The contributing factors include age (young or old), length of sentence, approaching release, and lack of family support. The solutions are through spiritual guidance and becoming a prison assistant (tamping)..
Keywords: Pre Release Anxiety, Inmates, Theft Crime.
ABSTRAK
Shofiyah Nurus Sa`adah (211221055). Kecemasan Pra Kebebasan Pada Narapidana dengan Tindak Pidana Pencurian di Rumah Tahanan Kelas I Surakarta. Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2025.
Penelitian ini dipandang penting untuk dilakukan guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kecemasan pra kebebasan pada narapidana dengan tindak pidana pencurian, terutama narapidana laki-laki yang belum bebas dan sedang menjalani sisa masa hukuman. Hal ini didasari oleh cukup banyaknya narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian, setiap narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian memiliki perbedaan latar belakang yang beragam dan masa hukuman yang bervariasi, narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian, terutama yang belum bebas dan sedang menjalani sisa masa hukuman mengalami hambatan pra kebebasan yaitu mudah merasakan kecemasan. Kecemasan ini disebabkan oleh faktor usia, lama masa hukuman, menjelang bebas, dan dukungan keluarga yang kurang. Kecemasan lebih rentan dialami narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian dibandingkan narapidana perempuan karena beban yang ditanggung lebih berat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggambarkan kecemasan pra kebebasan pada narapidana dengan tindak pidana pencurian di Rumah Tahanan Negara Kelas I Surakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih melalui purposive sampling, dengan fokus pada pengalaman kecemasan pra kebebasan dari tiga narapidana laki-laki dengan tindak pidana pencurian yang berada pada masa akhir hukuman. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi non partisipan, dan dokumentasi. Keabsahan data melalui triangulasi sumber. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan pra kebebasan terlihat pada empat aspek. Aspek somatik: gangguan tidur, pusing atau sakit kepala, dan penurunan berat badan. Aspek perilaku: pembatasan diri dan interaksi, sikap waspada dan selektif, menarik diri, menghindari masalah dan risiko negatif. Aspek kognitif: kesadaran diri sebagai mantan narapidana, cemas terhadap pekerjaan, kehidupan setelah bebas, serta ragu terhadap kemampuan diri setelah bebas. Aspek afektif: gelisah, tidak sabar untuk bebas, cemas, khawatir mengenai pekerjaan ataupun proses adaptasi, serta ketidaknyamanan saat berada di lingkungan penjara. Faktor penyebab antara lain usia muda ataupun tua, lama masa hukuman, menjelang bebas, serta dukungan keluarga yang kurang. Solusinya melalui pembinaan spiritual serta menjadi tamping.
Kata Kunci: Kecemasan Pra Kebebasan, Narapidana, Tindak Pidana Pencurian.



ABSTRACK
Shofiyah Nurus Sa`adah (211221055). Pre-Release Anxiety Among Inmates Convicted of Theft at Class I State Detention Center Surakarta. Islamic Guidance and Counseling Study Program, Faculty of Ushuluddin and Dakwah, Raden Mas Said State Islamic University Surakarta, 2025.
This research is considered important to obtain a deeper understanding of pre-release anxiety among male inmates convicted of theft, particularly those who have not yet been released and are serving the remainder of their sentences. This is based on the considerable number of male theft inmates, each with diverse backgrounds and varying sentence durations, who experience pre-release obstacles in the form of heightened anxiety. Such anxiety is influenced by factors including age, length of sentence, the anticipation of release, and lack of family support. Male inmates convicted of theft are more vulnerable to experiencing pre-release anxiety compared to female inmates, as they are perceived to bear a heavier burden. The purpose of this study is to describe pre-release anxiety among inmates convicted of theft at the Class I State Detention Center in Surakarta.
This study employed a descriptive qualitative approach. Research subjects were selected through purposive sampling, focusing on the pre-release anxiety experiences of three male inmates convicted of theft who were nearing the end of their sentences. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observations, and documentation, with data validity ensured through source triangulation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model.
The results of the study show that pre release anxiety is reflected in four aspects. Somatic aspects: sleep disturbances, dizziness or headaches, and weight loss. Behavioral aspects: self-restriction and limited interaction, cautious and selective attitudes, withdrawal, avoidance of problems and negative risks. Cognitive aspects: self-awareness as former inmates, anxiety about employment, post-release life, and doubt regarding personal abilities after release. Affective aspects: restlessness, impatience to be released, anxiety, worry about employment and adaptation processes, and discomfort while in the prison environment. The contributing factors include age (young or old), length of sentence, approaching release, and lack of family support. The solutions are through spiritual guidance and becoming a prison assistant (tamping)..
Keywords: Pre Release Anxiety, Inmates, Theft Crime.




Ketersediaan

SKS202530209.12X7.15 SAA k c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.15)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
30cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.