Image of LARANGAN BUNUH DIRI DALAM TAFSIR KONTEMPORER: PERSPEKTIF DOUBLE MOVEMENT DAN MAQASHID SYARIAH

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

LARANGAN BUNUH DIRI DALAM TAFSIR KONTEMPORER: PERSPEKTIF DOUBLE MOVEMENT DAN MAQASHID SYARIAH



ABSTRAK

Latifah ‘Afaf Nur’aini. NIM: 211111034, Larangan Bunuh Diri Dalam Tafsir Kontemporer: Perspektif Maqashid Syariah. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. (2025).

Bunuh diri yang oleh WHO dinyatakan sebagai penyebab kematian terbesar keempat di dunia ini memiliki racikan mematikan, seperti guncangan internal dan eksternal, baik biologis, psikologis, maupun sosial. Penelitian ini membahas tentang larangan bunuh diri dalam tafsir kontemporer dengan dua teori, yaitu maqashid syariah dan double movement. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan penafsiran ulama tafsir kontemporer terkait larangan bunuh diri dalam QS an Nisā ayat 29, al Baqarah ayat 195, dan al Kahfī ayat 6 serta menggali keselarasan penafsiran ulama tafsir kontemporer terhadap ayat yang melarang bunuh diri dengan konteks isu kesehatan mental dan moral umat Islam pada zaman sekarang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan library research (studi pustaka). Adapun data primer dari penelitian ini diambil melalui dokumentasi tiga tafsir kontemporer yaitu tafsir al Azhar, tafsir Kemenag, dan terjemah tafsir al Munir. Data sekunder diambil dari buku, artikel ilmiah, skripsi, dan sumber tertulis lainnya yang berkaitan dengan tema pembahasan. Data dikumpulkan dengan teknik observasi dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teori double movement dan maqashid syariah, serta agar data lebih konkret maka keabsahannya menggunakan teknik milik Miles and Huberman dengan tiga tahap utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi.
Hasil dari penelitian ini adalah 1) an Nisā ayat 29 menegaskan larangan keras terhadap tindakan yang membinasakan diri sendiri, al-Baqarah ayat 195 memperingatkan agar manusia tidak menjatuhkan diri ke dalam kehancuran, dan al Kahfī ayat 6 menggambarkan kondisi psikologis Nabi Muhammad yang hampir menyiksa dirinya karena kesedihan mendalam. 2) Penafsiran kontemporer pada surat an Nisā ayat 29 dan al Kahfī ayat 6 relevan dengan keadaan sosial masyarakat saat ini. Sementara pada surat al Baqarah ayat 195 diperlukan perluasan makna terutama pada kata at tahlukah. Temuan ini menunjukkan bahwa bunuh diri bertentangan langsung dengan prinsip syariat karena merusak tujuan menjaga kehidupan.

Keyword: Bunuh Diri, Double Movement, Maqashid Syariah, Tafsir Kontemporer.

ABSTRACT
Latifah ‘Afaf Nur’aini. NIM: 211111034, Qur'an and Tafsir Study Program. Faculty of Ushuluddin and Da'wah. Raden Mas Said State Islamic University Surakarta. (2025).
Suicide, which the WHO identifies as the fourth leading cause of death worldwide, involves deadly complexities including internal and external shocks, whether biological, psychological, or social. This study discusses the prohibition of suicide in contemporary tafsir using two theories: Maqashid Shariah and Double Movement. The purpose of this research is to understand and describe contemporary tafsir scholars’ interpretations regarding the prohibition of suicide in QS an Nisā verse 29, al Baqarah verse 195, and al Kahfī verse 6, as well as to explore the alignment of these interpretations with current mental health and moral issues facing Muslims today.
The method used in this study is descriptive qualitative research with library research (literature review). Primary data were collected through documentation of three contemporary tafsirs, namely Tafsir al Azhar, Kemenag tafsir, and the translation of Tafsir al Munir. Secondary data were obtained from books, scientific articles, theses, and other written sources related to the topic. Data collection techniques involved observation and documentation. Subsequently, the data was analyzed using the double movement theory and maqashid sharia, and to make the data more concrete, its validity was carried out using the Miles and Huberman’s technique with three main stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification to ensure validity.
The results of this study are: 1) an Nisā verse 29 strongly prohibits acts that destroy oneself; Al Baqarah verse 195 warns humans not to cast themselves into destruction; and Al Kahfī verse 6 illustrates the psychological condition of Prophet Muhammad, who was nearly tormenting himself due to deep sorrow. 2) The contemporary interpretations of an Nisā verse 29 and al Kahfī verse 6 are relevant to the current social conditions, while in al Baqarah verse 195, there is a need for an expanded understanding, especially regarding the term “at-tahlukah”. These findings indicate that suicide is directly opposed to the principles of Shariah because it violates the objective of preserving life.
Keyword: Contemporary Exegesis, Double Movement, Maqashid Shariah, Suicide.


Ketersediaan

sk202510067.12x1 NUR l c1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1 NUR l c1
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
100 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this