<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13278">
 <titleInfo>
  <title>Dampak Kecanduan Smartphone Pada Perilaku Tantrum Anak ( Studi Kasus di Desa Ngadijayan Kabupaten Sukoharjo</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Shecha Aulia Fauziah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text">Bahasa Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM</form>
  <extent>106 hlm , 30cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Shecha Aulia Fauziah (201221241), “Dampak Kecanduan Smartphone pada Perilaku Tantrum Anak (studi kasus di desa Ngadijayan Kabupaten Sukoharjo)”. Program Studi Bimbingan Dan Konseling Islam, Fakultas Ushuludin Dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Tahun 2025.&#13;
Anak-anak di Desa Ngadijayan Sukoharjo rata-rata memiliki akses yang cukup bebas untuk menggunakan smartphone. Bukan hanya untuk berkomunikasi atau melakukan pembelajaran, perangkat ini juga menjadi media rekreasi utama bagi anak-anak tersebut. Fungsi yang canggih dan memudahkan ini secara tidak langsung, maupun langsung, mengubah perilaku anak dalam segala aspeknya. Mereka jadi tak bisa lepas dari perangkat tersebut dan menjadi kecanduan memakai smartphone. Bahkan ini memengaruhi sisi emosional dan psikologisnya, di antaranya tantrum. Melihat hal ini, perlu adanya studi khusus untuk memaparkan dampak kecanduan smartphone terhadap intensitas tantrum anak. Studi ini bertujuan untuk mengkaji dan memaparkan dampak kecanduan smartphone terhadap intensitas dan peningkatan tantrum anak di Desa Ngadijayan Kabupaten Sukoharjo.&#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus lingkungan . Sampel penelitian terdiri dari 3 informant yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, yaitu:1)orang tua dari anak yang berusia 7-12 tahun, Tekhnik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara dan observasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi metode.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian dalam skripsi berjudul ini, ditemukan bahwa kecanduan smartphone berkorelasi signifikan dengan peningkatan frekuensi dan intensitas tantrum pada anak. Fenomena ini terwujud dengan emosional seperti kemarahan, tangisan, rengekan, dan teriakan, yang timbul sebagai respons terhadap stimulasi apa pun yang dianggap menghambat akses atau kesenangan bermain smartphone. Pola perilaku tantrum ini, yang berfungsi sebagai mekanisme pertahanan untuk mempertahankan penggunaan smartphone, cenderung disproporsional dan maladaptif, bahkan terhadap batasan rutin seperti waktu makan atau belajar. Secara komprehensif, kecanduan smartphone ikut memicu perilaku tantrum melalui penurunan kapasitas regulasi emosi, interaksi sosial, serta mekanisme koping terhadap stres dan frustrasi pada anak.&#13;
Kata kunci : Kecanduan, Smartphone, Tantrum&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
 &#13;
&#13;
ABSTRACT&#13;
Shecha Aulia Fauziah (201221241), &quot;The impact of smartphone Addiction on Children's Tantrum (case study in Desa Ngadijayan, Sukoharjo District)&quot;. Islamic Guidance and Counseling Study Program, Faculty of Ushuludin and Dakwah, Raden Mas Said State Islamic University, Surakarta, 2024&#13;
Children in Desa Ngadijayan Sukoharjo have fairly free access to smartphones. Not only for communication or learning, this device is also the main recreational media for these children. This sophisticated and convenient function indirectly or directly changes children's behaviour in all aspects. They can not be separated from the device and become addicted to using smartphones. This even affects their emotional and psychological side, including tantrums. Seeing this, there is a need for a special study to explain the impact of smartphone addiction on the intensity of children's tantrums. This study will take place in Ngadijayan Village, Sukoharjo Regency.&#13;
The method used in this research is a qualitative approach with an environmental case study. The research sample consists of 3 informants selected by purposive sampling based on certain criteria, namely: 1) parents of children aged 7-12 years, Data collection techniques used through interviews and observations. Data validity was tested using triangulation method.&#13;
Based on the research results in this thesis, it was found that smartphone addiction is significantly correlated with an increase in the frequency and intensity of tantrums in children. This phenomenon manifests with emotional states such as anger, crying, whining, and screaming, which arise in response to any stimulation that is perceived to hinder access or pleasure.&#13;
Keywords: Addiction, Smartphone, Tantrum&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Shecha Aulia Fauziah (201221241), “Dampak Kecanduan Smartphone pada Perilaku Tantrum Anak (studi kasus di desa Ngadijayan Kabupaten Sukoharjo)”. Program Studi Bimbingan Dan Konseling Islam, Fakultas Ushuludin Dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Tahun 2025.&#13;
Anak-anak di Desa Ngadijayan Sukoharjo rata-rata memiliki akses yang cukup bebas untuk menggunakan smartphone. Bukan hanya untuk berkomunikasi atau melakukan pembelajaran, perangkat ini juga menjadi media rekreasi utama bagi anak-anak tersebut. Fungsi yang canggih dan memudahkan ini secara tidak langsung, maupun langsung, mengubah perilaku anak dalam segala aspeknya. Mereka jadi tak bisa lepas dari perangkat tersebut dan menjadi kecanduan memakai smartphone. Bahkan ini memengaruhi sisi emosional dan psikologisnya, di antaranya tantrum. Melihat hal ini, perlu adanya studi khusus untuk memaparkan dampak kecanduan smartphone terhadap intensitas tantrum anak. Studi ini bertujuan untuk mengkaji dan memaparkan dampak kecanduan smartphone terhadap intensitas dan peningkatan tantrum anak di Desa Ngadijayan Kabupaten Sukoharjo.&#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus lingkungan . Sampel penelitian terdiri dari 3 informant yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, yaitu:1)orang tua dari anak yang berusia 7-12 tahun, Tekhnik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara dan observasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi metode.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian dalam skripsi berjudul ini, ditemukan bahwa kecanduan smartphone berkorelasi signifikan dengan peningkatan frekuensi dan intensitas tantrum pada anak. Fenomena ini terwujud dengan emosional seperti kemarahan, tangisan, rengekan, dan teriakan, yang timbul sebagai respons terhadap stimulasi apa pun yang dianggap menghambat akses atau kesenangan bermain smartphone. Pola perilaku tantrum ini, yang berfungsi sebagai mekanisme pertahanan untuk mempertahankan penggunaan smartphone, cenderung disproporsional dan maladaptif, bahkan terhadap batasan rutin seperti waktu makan atau belajar. Secara komprehensif, kecanduan smartphone ikut memicu perilaku tantrum melalui penurunan kapasitas regulasi emosi, interaksi sosial, serta mekanisme koping terhadap stres dan frustrasi pada anak.&#13;
Kata kunci : Kecanduan, Smartphone, Tantrum&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
 &#13;
&#13;
ABSTRACT&#13;
Shecha Aulia Fauziah (201221241), &quot;The impact of smartphone Addiction on Children's Tantrum (case study in Desa Ngadijayan, Sukoharjo District)&quot;. Islamic Guidance and Counseling Study Program, Faculty of Ushuludin and Dakwah, Raden Mas Said State Islamic University, Surakarta, 2024&#13;
Children in Desa Ngadijayan Sukoharjo have fairly free access to smartphones. Not only for communication or learning, this device is also the main recreational media for these children. This sophisticated and convenient function indirectly or directly changes children's behaviour in all aspects. They can not be separated from the device and become addicted to using smartphones. This even affects their emotional and psychological side, including tantrums. Seeing this, there is a need for a special study to explain the impact of smartphone addiction on the intensity of children's tantrums. This study will take place in Ngadijayan Village, Sukoharjo Regency.&#13;
The method used in this research is a qualitative approach with an environmental case study. The research sample consists of 3 informants selected by purposive sampling based on certain criteria, namely: 1) parents of children aged 7-12 years, Data collection techniques used through interviews and observations. Data validity was tested using triangulation method.&#13;
Based on the research results in this thesis, it was found that smartphone addiction is significantly correlated with an increase in the frequency and intensity of tantrums in children. This phenomenon manifests with emotional states such as anger, crying, whining, and screaming, which arise in response to any stimulation that is perceived to hinder access or pleasure.&#13;
Keywords: Addiction, Smartphone, Tantrum&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Hasanatul Jannah</note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Fakultas  Ushuluddin &amp; Dakwah Open Source Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>2x7.15 FAU d c.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">SKS202530207.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.15)</sublocation>
    <shelfLocator>2x7.15 FAU d c.1</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="44250" url="" path="/ABSTRAK_211221174.pdf" mimetype="application/pdf">Abstrak</slims:digital_item>
  <slims:digital_item id="44251" url="" path="/BAB 1_211221174.pdf" mimetype="application/pdf">Bab 1</slims:digital_item>
  <slims:digital_item id="44253" url="" path="/BAB 2_211221174.pdf" mimetype="application/pdf">Bab 2</slims:digital_item>
  <slims:digital_item id="44254" url="" path="/BAB 3_211221174.pdf" mimetype="application/pdf">Bab 3</slims:digital_item>
  <slims:digital_item id="44255" url="" path="/BAB 4_211221174.pdf" mimetype="application/pdf">Bab 4</slims:digital_item>
  <slims:digital_item id="44256" url="" path="/BAB 5_211221174.pdf" mimetype="application/pdf">BAB 5</slims:digital_item>
  <slims:digital_item id="44259" url="" path="/DAFTAR PUSTAKA_211221174.pdf" mimetype="application/pdf">Daftar Pustaka</slims:digital_item>
  <slims:digital_item id="44261" url="" path="/LAMPIRAN_211221174.pdf" mimetype="application/pdf">Lampiran</slims:digital_item>
  <slims:digital_item id="44264" url="" path="/FULL TEKS_211221174.pdf" mimetype="application/pdf">Full Teks</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13278</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-27 10:37:59</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-27 10:37:59</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>