No image available for this title

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

KESIAPAN MENIKAH DALAM MEMBENTUK KELUARGA HARMONIS PERSPEKTIF AL-QUR’AN



ABSTRAK
Gina Dwi Aprilia. NIM: 211111025. Kesiapan Menikah dalam Membentuk Keluarga Harmonis Perspektif Al-Qu’an. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. 2025

Masalah rumah tangga seperti KDRT, perselingkuhan, broken home, hingga perceraian pada dasarnya tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan sering berakar dari kurangnya kesiapan pasangan dalam memasuki pernikahan. Kesiapan menikah tidak hanya menyangkut aspek materi, tetapi juga mencakup tanggung jawab, kematangan mental, keterampilan komunikasi, dan kesiapan spiritual. Ketika aspek-aspek ini diabaikan, pernikahan cenderung rapuh karena pasangan belum memiliki bekal untuk menghadapi perbedaan, mengelola konflik, atau menjaga komitmen. Oleh sebab itu, kesiapan menikah memiliki peran penting sebagai fondasi yang menentukan arah perjalanan rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesiapan menikah dalam perspektif Al-Qur’an dan unsur-unsur pembentukan keluarga harmonis dalam Al-Qur’an.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, dengan mengumpulkan ayat-ayat terkait pembahasan kesiapan menikah. Sumber data primer penelitian ini adalah Al-Qur’an yang membahas mengenai kesiapan menikah dan pembentukan keluarga hamronis, sedangkan data sekundernya meluputi buku, artikel, kitab, hadis, dan jurnal yang relevan. Penelitian ini menggunakan metode tafsir tematik konseptual dan dianalisis dengan pendekatan ilmu psikologi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapan menikah meliputi: (1) kesiapan bertanggung jawab yang secara psikologis mencakup pemahaman peran gender, regulasi emosi, dan keterampilan interpersonal untuk mengelola dinamika hubungan, (2) kesiapan spiritual dan mental, yaitu kematangan emosi, ketangguhan menghadapi stres, serta kesiapan menghadapi konflik rumah tangga dengan sikap dewasa. (3) kesiapan komunikasi, yaitu mampu mengekspresikan perasaan dengan cara yang baik, mendengarkan dengan empati, serta menjaga tutur kata agar tidak melukai pasangan. Sementara pembentukan keluarga harmonis dalam perspektif Al-Qur’an mencakup prinsip sakinah (ketenangan batin yang berkontribusi pada kestabilan psikologis), mawaddah (cinta kasih yang memperkuat ikatan emosional), dan raḥmah (kasih sayang penuh pengertian yang mendukung empati dan toleransi). Keharmonisan tersebut juga tercermin dalam pembagian tanggung jawab peran yang adil, pengelolaan stres bersama, dan pendidikan akhlak yang membentuk lingkungan emosional sehat bagi seluruh anggota keluarga.

Kata Kunci: Kesiapan Menikah, Keluarga Harmonis, Tafsir Al-Qur’an,
ABSTRACK
Gina Dwi Aprilia. NIM: 211111025. Kesiapan Menikah dalam Membentuk Keluarga Harmonis Perspektif Al-Qu’an. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. 2025
Domestic problems such as domestic violence, infidelity, broken homes, and even divorce generally don't arise suddenly, but rather often stem from a couple's lack of readiness for marriage. Readiness for marriage encompasses not only material aspects but also responsibility, mental maturity, communication skills, and spiritual readiness. When these aspects are neglected, marriages tend to be fragile because partners lack the necessary skills to face differences, manage conflict, or maintain commitment. Therefore, readiness for marriage plays a crucial role as a foundation that determines the direction of a marriage. The purpose of this study is to describe readiness for marriage from the perspective of the Quran and the elements of building a harmonious family in the Quran.
This study employs a qualitative method with a library research approach. The data collection technique used is documentation, by gathering Qur’anic verses related to the discussion of marital readiness. The primary data source is the Qur’an, which discusses marital readiness and the establishment of a harmonious family, while secondary data sources include books, articles, classical Islamic texts, hadiths, and relevant journals. This research uses a conceptual thematic interpretation method and is analyzed using a psychological approach.
The results of this study indicate that readiness for marriage includes: (1) readiness for responsible abilities which psychologically include understanding gender roles, emotional regulation, and interpersonal skills to manage relationship dynamics, (2) spiritual and mental readiness, namely emotional maturity, resilience in dealing with stress, and readiness to face household conflicts with a mature attitude. (3) communication readiness, namely being able to express feelings in a good way, listening with empathy, and maintaining words so as not to hurt one's partner. Meanwhile, the formation of a harmonious family from the perspective of the Qur'an includes the principles of sakinah (inner peace that contributes to psychological stability), mawaddah (love that strengthens emotional bonds), and raḥmah (affection full of understanding that supports empathy and tolerance). This harmony is also reflected in the fair distribution of role responsibilities, joint stress management, and moral education that creates a healthy emotional environment for all family members.

Keywords: Marriage Readiness, Harmonious Family, Sakinah, Qur’anic Exegesis


Ketersediaan

sk202520061.12x1 GIN k c1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1 GIN k c1
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
85 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this