Detail Cantuman
Advanced SearchILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR
HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI DALAM Q.S IBRAHIM [14]: 37 PERSPEKTIF QIRA’AH MUBADALAH
ABSTRAK
Devi Wulandari, NIM: 211111092, Hak dan Kewajiban Suami Istri Dalam Q.S Ibrahim[14]37 Perspektif Qira’ah Mubadalah. Program Studi Ilmu Al- Qur’ān dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2025.
Fenomena relasi suami istri dalam rumah tangga merupakan suatu fenomena yang tidak jarang dipahami secara ketimpangan, di mana kewajiban seorang istri lebih ditonjolkan dibanding haknya. Penelitian ini berangkat dari Q.S. Ibrahim(14):37 yang menyinggung do’a Nabi Ibrahim tentang keturunan dan peran keluarga dalam menjaga agama, kemudian ditinjau melalui perspektif kesalingan(mubadalah) dalam hak dan kewajiban suami istri. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji makna hak dan kewajiban suami istri dalam Q.S. Ibrahim(14):37 serta menganalisis implementasinya dalam rumah tangga.
Metodelogi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan(library research). Sumber data primer berasal dari Q.S.Ibrahim(14):37, tafsir thabari, tafsir al-mishbah serta buku Qira’ah Mubadalah karya Faqihuddin Abdul Kodir. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, artikel, dan penelitian terdahulu terkait dengan relasi gender dalam islam. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi catatan, majalah yang relevan. Hasil penelitian menunjuka bahwa Q.SIbrahim(14):37 mengandung pesan spiritual sekaligus sosial tentang tanggung jawab kolektif dalam keluarga, yaitu menjaga dalam keberlangsungan iman dan kehidupan bersama. Dalam perspektif Qira’ah Mubadalah ayat ini menegaskan kesalingan hak dan kewajiban suami istri, seperti dalam hal nafkah, pendidikan anak, dan pemeliharaan rumah tangga. Implementasi nilai-nilai dalam kehidupan rumah tangga yaitu komitmen dan perjanjian yang kuat(mitsaqan ghalizan), berpasangan (zawaj), saling memperlakukan dengan baik(mu’asyarah bi al-ma’ruf), musyawarah(syura), saling memberi kenyamanan dan kerelaan(taradhin minhuma).
Kata Kunci: Hak dan Kewajiban Suami Istri, Ibrahim 37, Qira’ah Mubadalah.
ABSTRACT
Devi Wulandari, Student ID: 211111092, Rights and Obligations of Husband and Wife in Q.S. Ibrahim[14]37: A Qira'ah Mubadalah Perspective. Al- Qur'an and Tafsir Study Program, Faculty of Ushuluddin and Da'wah, Raden Mas Said State Islamic University, Surakarta, 2025.
The phenomenon of husband and wife relations in the household is often understood as unequal, where a wife's obligations are emphasized more than her rights. This research begins with Q.S. Ibrahim (14):37, which alludes to the Prophet Ibrahim's prayer regarding offspring and the role of the family in upholding religion. It is then examined through the perspective of mutuality (mubadalah) in the rights and obligations of husband and wife. The purpose of this research is to examine the meaning of husband and wife's rights and obligations in Q.S. Ibrahim
(14):37) and analyze their implementation in the household.
The methodology used is qualitative research with a library research approach. Primary data sources come from Q.S. Ibrahim (14:37), the interpretation of Thabari, the interpretation of al-Mishbah, and the book Qira'ah Mubadalah by Faqihuddin Abdul Kodir. Secondary data were obtained from books, journals, articles, and previous research related to gender relations in Islam. Data collection techniques used documentation studies of notes and relevant magazines.
The results of the study indicate that Q.S. Ibrahim (14:37) contains both spiritual and social messages about collective responsibility within the family, namely maintaining the continuity of faith and living together. From the perspective of Qira'ah Mubadalah, this verse emphasizes the mutual rights and obligations of husband and wife, such as in matters of living, educating children, and maintaining the household. The implementation of values in domestic life includes strong commitment and agreement (mitsaqan ghalizan), being a couple (zawaj), treating each other well (mu'asyarah bi al-ma'ruf), deliberation (shura), and providing comfort and mutual consent (taradhin minhuma).
Keywords: Rights and Obligations of Husband and Wife, Ibrahim 37, Qira’ah Mubadalah
Ketersediaan
| sk202520057.1 | 2x1 WUL h c1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X1) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x1 WUL h c1
|
| Penerbit | : ., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
90 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
DEVI WULANDARI
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






