Image of Larangan Body Shaming Dalam QS. Al Ḥujurāt [49]:11 Perspektif Tafsir Al-Mishbah Dengan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough

Text

Larangan Body Shaming Dalam QS. Al Ḥujurāt [49]:11 Perspektif Tafsir Al-Mishbah Dengan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough



ABSTRAK
ANDIYANI. NIM:211111082. Larangan Body Shaming Dalam QS. Al
Ḥujurāt [49]:11 Perspektif Tafsir Al-Mishbah Dengan Analisis Wacana Kritis
Norman Fairclough. Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Fakultas Ushuluddin dan
Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. 2025.
Fenomena body shaming merupakan tindakan merendahkan kondisi fisik
seseorang. Di Indonesia saat ini, dengan kemajuan teknologi dan media sosial,
fenomena body shaming semakin marak terjadi. Banyak orang yang merasa bebas
untuk mengomentari penampilan fisik orang lain tanpa mempertimbangkan
dampak emosional yang ditimbulkan. Peristiwa ini semakin merusak rasa percaya
diri seseorang, terutama di kalangan generasi muda yang sering kali mencari
pengakuan dari orang lain Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji larangan body
shaming dalam QS. Al-Ḥujurāt [49]:11 berdasarkan perspektif Tafsir Al-Mishbah
karya M. Quraish Shihab, serta menganalisisnya dengan menggunakan pendekatan
analisis wacana kritis Norman Fairclough.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan
pendekatan studi pustaka (library research). Sumber data primer dalam penelitian
ini adalah kitab Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab, sedangkan data
sekunder diperoleh dari berbagai literatur pendukung seperti buku, jurnal, dan
artikel yang berkaitan dengan tema body shaming serta analisis wacana. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, yaitu dengan mengkaji,
menelaah, dan menginterpretasi berbagai dokumen yang relevan guna memperoleh
data yang mendalam sesuai fokus penelitian. Pembahasan dalam penelitian ini
menitikberatkan pada larangan perilaku body shaming yang dikaji melalui
penafsiran QS. Al-Ḥujurāt ayat 11 dan dianalisis menggunakan pendekatan
Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough."
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Quraish Shihab
memandang ayat ini diturunkan dalam konteks pembentukan masyarakat Muslim
yang etis dan harmonis, serta relevan dalam menjawab persoalan sosial modern
seperti body shaming. Quraish Shihab menekankan bahwa perilaku mengejek atau
merendahkan orang lain dapat merusak hubungan sosial dan tidak mencerminkan
akhlak seorang mukmin. Larangan dalam ayat ini tidak hanya ditujukan kepada
individu, tetapi juga kepada sistem nilai yang melanggengkan pelabelan negatif dan
stigmatisasi. Melalui Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough, terungkap
bahwa secara tekstual ayat ini memuat larangan tegas dan universal, serta secara
sosial menolak struktur yang menormalisasi penghinaan dan ketimpangan relasi
kuasa. Wacana ini menegaskan bahwa kemuliaan manusia terletak pada ketakwaan
dan akhlak, bukan pada penampilan lahiriah.
Kata Kunci : Analisis Wacana, Body Shaming, Tafsir Al-Mishbah


Ketersediaan

SK202520051.12x1 l AND c1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1 l AND
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
79hlm, 30cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this