Image of Konseling Cognitive Behavior Theraphy Sebagai Upaya Penanganan Trauma Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan Dan Anak (UPTD PPA) Kota Surakarta

Text

Konseling Cognitive Behavior Theraphy Sebagai Upaya Penanganan Trauma Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan Dan Anak (UPTD PPA) Kota Surakarta



Yusriani Asmiarti. NIM : 211221048. Konseling Cognitive Behavior Theraphy Sebagai Upaya Penanganan Trauma Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan Dan Anak (UPTD PPA) Kota Surakarta. Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. 2025.
Fenomena KDRT merupakan salah satu masalah sosial yang terjadi dalam kehidupan berumah tangga. Peristiwa KDRT dapat terjadi akibat adanya pengaruh ketidakseimbangan tingkat kematangan emosional, kondisi ekonomi dan faktor sosial dari individu. Kekerasan baik fisik, psikis maupun ekonomi sering terjadi ditengah kehidupan berkeluarga, sehingga mengakibatkan korban mengalami trauma pasca peristiwa KDRT. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait pelaksanaan konseling cognitive behavior theraphy sebagai upaya penanganan trauma korban kekerasan dalam rumah tangga di UPTD PPA Kota Surakarta.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini ada 4 orang yaitu 2 psikolog di UPTD PPA kota Surakarta dan 2 korban KDRT yang mengalami trauma dan berhasil dipulihkan oleh UPTD PPA Kota Surakarta. Teknik pengambilan sempel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik dan data dianalisis dengan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian dapat diketahui bahwa : tahapan pelaksanaan konseling cognitive behavior theraphy dalam menangani trauma korban KDRT oleh UPTD PPA Kota Surakarta yaitu 1) membangun rapport antara psikolog dan klien. 2) tahap assesment dan identifikasi masalah. 3) penerapan teknik kognitif dan perilaku (behavior) berupa teknik self-talk dan self-care. Teknik self-talk merupakan proses berbicara kepada diri sendiri dengan kalimat afirmatif yang positif dan realistis, yang bertujuan untuk mengubah pola pikir negatif akibat trauma sedangkan self-care merupakan perawatan diri untuk menjaga kesehatan fisik, mental, dan emosional dengan melakukan kegiatan yang membawa dampak positif terhadap diri sendiri. 4) melakukan monitoring dan evaluasi.

Kata Kunci : Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Perempuan, Konseling Cognitive Behavior Theraphy (CBT)


Ketersediaan

SK202530233.12x7.15 ASM k YUS c1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X7.15)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7.15 ASM
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
118 hlm, 30cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this