Detail Cantuman
Advanced SearchText
RESILIENSI PADA PEREMPUAN YANG BELUM MENIKAH DI USIA DEWASA MADYA DI DESA JATIPURO
ABSTRAK
Yenny Vidyarahma. 211221134. Resiliensi Pada Perempuan Yang Belum Menikah Di Usia Dewasa Madya Di Desa Jatipuro. Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam. Jurusan Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. 2025.
Resiliensi merupakan kemampuan individu untuk beradaptasi dan bangkit kembali dari tekanan atau kesulitan hidup. Resiliensi memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai tantangan psikososial, khususnya bagi perempuan yang belum menikah di usia dewasa madya. Di masyarakat pedesaan seperti Desa Jatipuro, perempuan dengan status belum menikah sering kali menghadapi tekanan sosial, stigma yang dapat memengaruhi kesehatan mental mereka. Untuk itu perlu adanya resiliensi pada perempuan yang belum menikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi yang dimiliki oleh perempuan yang belum menikah di usia dewasa madya di Desa Jatipuro.
Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini merupakan perempuan dewasa madya yang belum menikah. Pada penelitian ini, subjek diambil menggunakan teknik purposive sampling sejumlah 3 orang. Uji keabsahan data yang dilakukan menggunakan trianggulasi teknik dengan menggunakan teknik analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian, gambaran resiliensi pada perempuan yang belum menikah di usia dewasa madya di Desa Jatipuro terbentuk melalui penerimaan diri yang kuat, dukungan sosial dari keluarga, serta kekuatan spiritual yang mendalam. Para subjek mampu menghadapi tekanan sosial terkait status pernikahan dengan mengedepankan sikap sabar, berpikir positif, dan menumbuhkan makna hidup yang lebih luas. Dalam aspek resiliensi, terdapat kesamaan pada aspek regulasi emosi, yaitu kemampuan dalam mengelola perasaan sedih dan cemas melalui aktivitas spiritual maupun produktif. Dalam aspek efikasi diri, ditunjukkan dengan keyakinan bahwa mereka tetap memiliki nilai dan tujuan hidup meskipun belum menikah. Serta aspek optimisme, di mana para subjek tetap memiliki harapan dan rencana positif untuk masa depan. Selain itu, aspek empati dan reaching out juga muncul melalui keterlibatan dalam kegiatan sosial dan menjadi tempat curhat bagi orang lain. Dengan gambaran resiliensi tersebut menunjukkan bahwa perempuan yang belum menikah di usia dewasa madya mampu menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan mampu menjalani kehidupan dengan penuh makna.
Kata Kunci: Resiliensi, Dewasa Madya
ABSTRACT
Yenny Vidyarahma. 211221134. Resilience in Unmarried Women in Middle Adulthood in Jatipuro Village. Islamic Guidance and Counseling Study Program. Department of Da'wah and Communication, Faculty of Ushuluddin and Da'wah, Raden Mas Said State Islamic University of Surakarta. 2025.
Resilience is an individual's ability to adapt and bounce back from life's pressures or difficulties. Resilience plays an important role in facing various psychosocial challenges, especially for unmarried women in middle adulthood. In rural communities such as Jatipuro Village, unmarried women often face social pressure, stigma that can affect their mental health. Therefore, resilience is needed in unmarried women. This study aims to determine the description of resilience possessed by unmarried women in middle adulthood in Jatipuro Village.
In this study, the method used is a qualitative method, using a case study approach. Data collection techniques used in this study use interview, observation and documentation techniques. The subjects in this study were unmarried middle-aged women. In this study, subjects were taken using a purposive sampling technique of 3 people. The data validity test was carried out using technical triangulation using data analysis techniques in the form of data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions.
Based on the research results, the picture of resilience in unmarried women in middle adulthood in Jatipuro Village is formed through strong self-acceptance, social support from family, and deep spiritual strength. The subjects are able to face social pressure related to marital status by prioritizing patience, thinking positively, and cultivating a broader meaning of life. In terms of resilience, there are similarities in the aspect of emotional regulation, namely the ability to manage feelings of sadness and anxiety through spiritual and productive activities. In terms of self-efficacy, it is shown by the belief that they still have values and goals in life even though they are not married. As well as the aspect of optimism, where the subjects still have positive hopes and plans for the future. In addition, the aspects of empathy and reaching out also emerge through involvement in social activities and becoming a place to confide in others. With this picture of resilience, it shows that unmarried women in middle adulthood are able to become strong, independent individuals, and are able to live a meaningful life.
Keywords: Resilience, Middle Adulthood
Ketersediaan
| SK202530230.1 | 2X7.15 YEN r | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X7.15) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2X7.15 YEN r
|
| Penerbit | : ., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
132 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
YENNY VIDYARAHMA
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






