Detail Cantuman
Advanced SearchText
POLA ASUH OTORITER ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KECERDASAN SPIRITUAL ANAK DI DUSUN POJOK KECAMATAN PLUPUH
ABSTRAK
Yahya Dwi Alfina. NIM: 211221034. Pola Asuh Otoriter Orang Tua Dalam Membentuk Kecerdasan Spiritual Anak di Dusun Pojok Kecamatan Plupuh. Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta. 2025.
Pola asuh otoriter merupakan salah satu pola asuh dengan gaya pengasuhan yang bersifat membatasi, menghukum, di mana orang tua mengharuskan anak untuk patuh, tidak menerima pendapat anak, serta membuat batasan dan kendali yang tegas tanpa memberikan penjelasan pada anak, bahkan bisa saja melakukan kekerasan fisik seperti memukul anak sebagai bentuk hukuman. Pola asuh otoriter yang identik dengan kedisiplinan ketat dan minimnya kebebasan justru digunakan oleh orang tua di Dusun Pojok untuk membentuk kecerdasan spiritual anak usia 8 hingga 10 tahun dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola asuh otoriter orang tua dalam membentuk kecerdasan spiritual anak, Fokus penelitian ini adalah menggali informasi terkait penerapan pola asuh otoriter oleh orang tua dalam membentuk kecerdasan spiritual anak di Dusun Pojok, Kecamatan Plupuh.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif sebagai pendekatan dalam menggali data. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga cara, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data primer terdiri dari empat orang tua, yakni dua ayah dan dua ibu, sedangkan sumber data sekunder berjumlah dua orang, yaitu seorang kerabat dekat (budhe, tante) dan dua anak, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Untuk menjaga keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Sementara itu, proses analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Hasil dari penelitian ini yaitu mengkaji pola asuh otoriter orang tua di Dusun Pojok dalam membentuk kecerdasan spiritual anak usia 8–10 tahun. Pola ini ditandai dengan kedisiplinan tinggi, aturan tegas, serta pemberian hukuman saat anak melanggar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak menjadi patuh, rajin ibadah, dan berperilaku baik, meskipun kepatuhan tersebut sering muncul karena rasa takut, bukan kesadaran spiritual yang mendalam. Perbedaan cara penerapan antar keluarga menghasilkan dampak yang bervariasi. Meskipun efektif dalam membentuk kebiasaan religius, pola ini kurang mendukung ruang dialog dan pemahaman nilai secara utuh. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih seimbang antara ketegasan dan kasih sayang agar kecerdasan spiritual anak dapat tumbuh dari dalam dirinya secara sadar dan bermakna.
Kata Kunci : Pola Asuh Otoriter, Orang tua, Kecerdasan Spiritual Anak
ABSTRACT
Yahya Dwi Alfina. NIM: 211221034. Authoritarian Parenting Patterns of Parents in Shaping Children's Spiritual Intelligence in Pojok Hamlet, Plupuh District. Islamic Guidance and Counseling Study Program. Faculty of Ushuluddin and Da'wah, UIN Raden Mas Said Surakarta. 2025.
Authoritarian parenting is a restrictive, punitive parenting style in which parents demand obedience from their children, disregard their opinions, and set firm boundaries and controls without explanation. They may even resort to physical violence, such as spanking, as a form of punishment. Authoritarian parenting, synonymous with strict discipline and limited freedom, is used by parents in Pojok Hamlet to effectively develop the spiritual intelligence of children aged 8 to 10. This study aims to describe the role of authoritarian parenting in developing children's spiritual intelligence. The focus of this study was to gather information related to the application of authoritarian parenting by parents in developing children's spiritual intelligence in Pojok Hamlet, Plupuh District.
This study used a descriptive qualitative method as its approach to data collection. Data collection was conducted through three methods: observation, interviews, and documentation. The primary data sources consisted of four parents: two fathers and two mothers. Secondary data sources consisted of two individuals: a close relative (aunt and aunt) and two children, selected through purposive sampling. To ensure data validity, researchers used triangulation of sources and techniques. Meanwhile, the data analysis process involved data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification.
The results of this study examined the authoritarian parenting style of parents in Pojok Hamlet in shaping the spiritual intelligence of children aged 8–10 years. This style is characterized by high discipline, firm rules, and punishments for violations. The results showed that children became obedient, diligent in worship, and well-behaved, although this obedience often stemmed from fear rather than deep spiritual awareness. Differences in implementation methods across families resulted in varying impacts. While effective in forming religious habits, this style does not foster dialogue and a comprehensive understanding of values. Therefore, a more balanced approach between firmness and affection is needed so that children's spiritual intelligence can develop consciously and meaningfully within them.
Keywords: Authoritarian Parenting Style, Parents, Children's Spiritual Intelligence
Ketersediaan
| SK202530229.1 | 2X7.15 YAH p | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X7.15) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2X7.15 YAH p
|
| Penerbit | : ., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
204 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Yahya Dwi Alfina
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






