Image of COPING STRESS PETUGAS BIDANG ROHANI DALAM MENANGANI JENAZAH UNNORMAL DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH WONOSOBO

Text

COPING STRESS PETUGAS BIDANG ROHANI DALAM MENANGANI JENAZAH UNNORMAL DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH WONOSOBO




ABSTRAK

Venny Mustikaningrum (18.12.21.158). Coping Stress Petugas Bidang Rohani Rumah Sakit dalam Menangani Jenazah Unnormal di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonosobo. Skripsi Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2025.
Jenazah yang ditangani di rumah sakit bukan hanya jenazah yang meninggal dalam kondisi normal tetapi jenazah dalam kondisi unnormal seperti mengalami luka bakar, pembusukan, dan terpotong-potong. Kondisi jenazah dengan keadaan memprihatinkan tersebut, menyebabkan petugas bidang rohani mengalami stres saat dan setelah menanganinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya coping stress petugas bidang rohani dalam mengatasi stres pada saat dan setelah menangani jenazah unnormal di rumah sakit RS PKU Muhammadiyah Wonosobo.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur dan observasi, penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling yaitu tiga orang petugas bidang rohani sebagai subjek utama dan satu kepala unit bina rohani dan kamar jenazah sebagai informan pendukung, dengan kriteria yaitu petugas bidang rohani menangani jenazah unnormal, mengalami stres setelah menangani jenazah unnormal, melakukan upaya coping stress untuk mengatasi stres, dan masih aktif bekerja menangani jenazah unnormal. Analisis data dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi sumber digunakan untuk menguji keabsahan data.
Hasil penelitian menunjukkan gambaran coping stress petugas bidang rohani dalam menangani jenazah unnormal yaitu petugas bidang rohani merasa takut, syok, nervous, mual, dan jantung berdebar. Petugas bidang rohani juga mengalami stres setelah menangani jenazah unnormal seperti tidak nafsu makan, terbayang, dan cemas berlebihan. Adapun coping stress untuk menanggulangi kondisi menekan pada saat menangani jenazah unnormal yaitu: 1). Plantful problem solving seperti berdo’a, APD, kopi atau parfum, dan mandi; dan 2). Accepting responsibility, bekerja dengan professional. Sedangkan coping stress yang digunakan setelah menangani jenazah unnormal yaitu: 1). Planful problem solving, usaha bertahap dan do’a; 2). Seeking social support seperti mendengarkan, dukungan verbal, dan informasi; 3). Distancing seperti dzikir, membaca Al-Qur’an, menonton drama, main sosial media, dan mengikuti kajian; 4). Self control, menangis dan self talk; dan 5). Positive reappraisal, bersyukur, berhati-hati saat berkendara, mawas diri akan dosa, dan taat beribadah.

Kata Kunci : Koping Stres, Petugas Bidang Rohani, Jenazah Tidak Normal
ABSTRACT

Venny Mustikaningrum (18.12.21.158). Coping Stress of Spiritual Officers in Handling Unnormal Corpses at PKU Muhammadiyah Wonosobo Hospital. Thesis of Islamic Guidance and Counseling Study Program, Faculty of Ushuluddin and Dakwah. Raden Mas Said State Islamic University Surakarta, 2025.
The bodies handled in hospitals are not only bodies that died in normal conditions but also bodies in unnormal conditions such as burns, decay, and dismemberment. The condition of the bodies with such a concerning condition causes spiritual officers to experience stress during and after handling them. The purpose of this study was to determine the stress coping efforts of spiritual officers in dealing with stress during and after handling unnormal bodies at the PKU Muhammadiyah Wonosobo Hospital.
The research used qualitative research methods with case study research. Data collection using semi-structured interviews and observations, determination of research subjects using purposive sampling techniques, namely three spiritual officers as the main subjects and one head of the spiritual guidance unit and morgue as supporting informants, with the criteria being spiritual officers handling unnormal corpses, experiencing stress after handling unnormal corpses, making stress coping efforts to overcome stress, and still actively working on handling unnormal corpses. The data analysis steps was data reduction, data presentation, and drawing conclusion. Source triangulation was used for the data validation.
The results of the study show a picture of the coping stress of spiritual officers in handling unnormal corpses, namely that spiritual officers feel afraid, shocked, nervous, nauseous, and had a pounding heart. Spiritual officers also experienced stress after handling unnormal corpses such as loss of appetite, imagining, and excessive anxiety. The coping stress to overcome stressful conditions when handling unnormal corpses is: 1). Planful problem solving such as praying, APD, coffee or perfume, and bathing; and 2). Accepting responsibility, working professionally. Meanwhile, the coping stress used after handling unnormal corpses is: 1). Planful problem solving, gradual efforts and prayers; 2). Seeking social support such as listening, verbal support, and information; 3). Distancing such as dhikr, reading the Qur'an, watching dramas, playing social media, and attending studies; 4). Self-control, crying and self-talk; and 5). Positive reappraisal, being grateful, being careful when driving, being aware of sins, and obedient in worship.

Keywoerds: Coping Stress, Spiritual Officers, Unnormal Corpses


Ketersediaan

SK2025223.12x7 DAF cPERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X7.15)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7 DAF c
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
125 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this