Image of BIMBINGAN ROHANI ISLAM DALAM MEMOTIVASI KESEMBUHAN PASIEN PASCA OPERASI FRAKTUR DI RSU DIPONEGORO DUA SATU KLATEN

BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM

BIMBINGAN ROHANI ISLAM DALAM MEMOTIVASI KESEMBUHAN PASIEN PASCA OPERASI FRAKTUR DI RSU DIPONEGORO DUA SATU KLATEN




ABSTRAK
Hania Setyaningsih, 211221145, Bimbingan Rohani Islam Dalam Memotivasi Kesembuhan Pasien Pasca Operasi Farktur Di Rumah Sakit Umum Diponegoro Dua Satu Klaten, Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta 2025.
Bimbingan rohani Islam memainkan peran penting dalam memotivasi kesembuhan pasien pasca operasi fraktur, khususnya di Rumah Sakit Umum Diponegoro Dua Satu Klaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan bimbingan rohani Islam dalam memotivasi kesembuhan pasien pasca operasi fraktur, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut.
Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari satu petugas bimbingan rohani Islam dan tiga pasien pasca operasi fraktur, sedangkan objeknya adalah pelaksanaan bimbingan rohani Islam. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data dilakukan melalui pengumpulan, reduksi, penyajian, dan verifikasi data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk pelaksanaan bimbingan rohani Islam mencakup bimbingan agama Islam, yang mencakup materi akidah tauhid, shalat, dzikir, dan do’a, serta bimbingan psikologis dengan fokus pada pendampingan pasien selama perawatan di Rumah sakit dengan materi yang digunakan adalah sabar dan ikhlas untuk penghapus ketakutan dan kecemasan pasien. Faktor pendukung dalam pelaksanaan bimbingan ini meliputi fasilitas rumah sakit yang memadai, keterbukaan pasien, penerimaan dari pasien dan keluarga, serta dukungan keluarga. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan adalah ketidakmampuan pasien untuk terbuka dan minimnya dukungan dari keluarga. Pelaksanaan bimbingan rohani Islam di Rumah Sakit Umum Diponegoro Dua Satu Klaten sangat diperlukan untuk memberikan dukungan kepada pasien, khususnya pasien pasca operasi fraktur. Metode yang digunakan dalam bimbingan ini adalah tatap muka (face to face), yang memungkinkan petugas untuk menuntun pasien agar tetap beribadah, memberikan nasehat, dan mendoakan kesembuhan mereka. Waktu yang dibutuhkan untuk setiap sesi bimbingan adalah sekitar 5-10 menit.
Kata kunci: Bimbingan Rohani Islam, Motivasi Kesembuhan, Fraktur














ABSTRACK
Hania Setyaningsih, 211221145, Islamic Spiritual Guidance in Motivating the Recovery of Post-Fracture Surgery Patients at Diponegoro Dua Satu General Hospital Klaten, Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Ushuluddin and Da'wah, Raden Mas Said State Islamic University, Surakarta 2025.
Islamic spiritual guidance plays an important role in motivating the recovery of post-fracture surgery patients, especially at Diponegoro Dua Satu General Hospital, Klaten. This study aims to determine the implementation of Islamic spiritual guidance in motivating the recovery of post-fracture surgery patients, as well as the supporting and inhibiting factors in the process.
This study is included in the category of field research with a qualitative approach. The subjects of the study consisted of one Islamic spiritual guidance officer and three post-fracture surgery patients, while the object was the implementation of Islamic spiritual guidance. Data collection techniques used include observation, interviews, and documentation, with data analysis carried out through data collection, reduction, presentation, and verification.
The results of this study indicate that the forms of implementation of Islamic spiritual guidance include Islamic religious guidance, which includes materials on the creed of monotheism, prayer, dhikr, and prayer, as well as psychological guidance with a focus on accompanying patients during treatment in the hospital with the materials used being patience and sincerity to eliminate fear and anxiety of patients. Supporting factors in the implementation of this guidance include adequate hospital facilities, patient openness, acceptance from patients and families, and family support. Meanwhile, the inhibiting factors found were the inability of patients to be open and minimal support from families. The implementation of Islamic spiritual guidance at Diponegoro Dua Satu General Hospital, Klaten is very necessary to provide support to patients, especially post-fracture surgery patients. The method used in this guidance is face to face, which allows officers to guide patients to continue to worship, provide advice, and pray for their recovery. The time needed for each guidance session is around 5-10 minutes..
Keywords: Islamic Spiritual Guidance, Healing Motivation, Fractures


ABSTRAK
Hania Setyaningsih, 211221145, Bimbingan Rohani Islam Dalam Memotivasi Kesembuhan Pasien Pasca Operasi Farktur Di Rumah Sakit Umum Diponegoro Dua Satu Klaten, Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta 2025.
Bimbingan rohani Islam memainkan peran penting dalam memotivasi kesembuhan pasien pasca operasi fraktur, khususnya di Rumah Sakit Umum Diponegoro Dua Satu Klaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan bimbingan rohani Islam dalam memotivasi kesembuhan pasien pasca operasi fraktur, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut.
Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari satu petugas bimbingan rohani Islam dan tiga pasien pasca operasi fraktur, sedangkan objeknya adalah pelaksanaan bimbingan rohani Islam. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data dilakukan melalui pengumpulan, reduksi, penyajian, dan verifikasi data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk pelaksanaan bimbingan rohani Islam mencakup bimbingan agama Islam, yang mencakup materi akidah tauhid, shalat, dzikir, dan do’a, serta bimbingan psikologis dengan fokus pada pendampingan pasien selama perawatan di Rumah sakit dengan materi yang digunakan adalah sabar dan ikhlas untuk penghapus ketakutan dan kecemasan pasien. Faktor pendukung dalam pelaksanaan bimbingan ini meliputi fasilitas rumah sakit yang memadai, keterbukaan pasien, penerimaan dari pasien dan keluarga, serta dukungan keluarga. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan adalah ketidakmampuan pasien untuk terbuka dan minimnya dukungan dari keluarga. Pelaksanaan bimbingan rohani Islam di Rumah Sakit Umum Diponegoro Dua Satu Klaten sangat diperlukan untuk memberikan dukungan kepada pasien, khususnya pasien pasca operasi fraktur. Metode yang digunakan dalam bimbingan ini adalah tatap muka (face to face), yang memungkinkan petugas untuk menuntun pasien agar tetap beribadah, memberikan nasehat, dan mendoakan kesembuhan mereka. Waktu yang dibutuhkan untuk setiap sesi bimbingan adalah sekitar 5-10 menit.
Kata kunci: Bimbingan Rohani Islam, Motivasi Kesembuhan, Fraktur


















ABSTRACK
Hania Setyaningsih, 211221145, Islamic Spiritual Guidance in Motivating the Recovery of Post-Fracture Surgery Patients at Diponegoro Dua Satu General Hospital Klaten, Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Ushuluddin and Da'wah, Raden Mas Said State Islamic University, Surakarta 2025.
Islamic spiritual guidance plays an important role in motivating the recovery of post-fracture surgery patients, especially at Diponegoro Dua Satu General Hospital, Klaten. This study aims to determine the implementation of Islamic spiritual guidance in motivating the recovery of post-fracture surgery patients, as well as the supporting and inhibiting factors in the process.
This study is included in the category of field research with a qualitative approach. The subjects of the study consisted of one Islamic spiritual guidance officer and three post-fracture surgery patients, while the object was the implementation of Islamic spiritual guidance. Data collection techniques used include observation, interviews, and documentation, with data analysis carried out through data collection, reduction, presentation, and verification.
The results of this study indicate that the forms of implementation of Islamic spiritual guidance include Islamic religious guidance, which includes materials on the creed of monotheism, prayer, dhikr, and prayer, as well as psychological guidance with a focus on accompanying patients during treatment in the hospital with the materials used being patience and sincerity to eliminate fear and anxiety of patients. Supporting factors in the implementation of this guidance include adequate hospital facilities, patient openness, acceptance from patients and families, and family support. Meanwhile, the inhibiting factors found were the inability of patients to be open and minimal support from families. The implementation of Islamic spiritual guidance at Diponegoro Dua Satu General Hospital, Klaten is very necessary to provide support to patients, especially post-fracture surgery patients. The method used in this guidance is face to face, which allows officers to guide patients to continue to worship, provide advice, and pray for their recovery. The time needed for each guidance session is around 5-10 minutes..
Keywords: Islamic Spiritual Guidance, Healing Motivation, Fractures


Ketersediaan

SK202530153.12X7.15 SET b c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X7.15)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2X7.15 SET b
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
69 hlm,30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this