Image of BIMBINGAN INDIVIDUAL DALAM PELAKSANAAN PROGRAM BINA DIRI PADA ANAK DISABILITAS INTELEKTUAL DI SLB B-C YAYASAN PENDIDIKAN ANAK-ANAK LUAR BIASA LANGENHARJO

Text

BIMBINGAN INDIVIDUAL DALAM PELAKSANAAN PROGRAM BINA DIRI PADA ANAK DISABILITAS INTELEKTUAL DI SLB B-C YAYASAN PENDIDIKAN ANAK-ANAK LUAR BIASA LANGENHARJO



ABSTRAK
Nur Aida Oktaviana Mulyaningsih (211221014). Bimbingan Individual Dalam Pelaksanaan Program Bina Diri Pada Anak Disabilitas Intelektual Di SLB B-C Yayasan Pendidikan Anak-Anak Luar Biasa Langenharjo. Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Tahun 2025.
Anak disabilitas intelektual mengalami hambatan dalam kemampuan kognitif, sosial, dan adaptif, termasuk dalam keterampilan bina diri. Hambatan tersebut dapat menggangu anak dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan layanan bimbingan individual secara berkala dan sistematis. Dengan demikian, dibutuhkan bimbingan individual dalam pelaksanaan program bina diri pada anak disabilitas intelektual yang terstruktur dan berkesinambungan agar anak disabilitas intelektual mampu melatih dan mengembangkan bina diri secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan bimbingan individual dalam program bina diri pada anak disabilitas intelektual di SLB B-C Yayasan Pendidikan Anak-Anak Luar Biasa Langenharjo.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari tiga guru kelas yaitu, guru kelas II C/C1, guru kelas III C1, dan guru kelas VI C/C1. Subjek dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan mempertimbangkan beberapa kriteria. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan individual dalam pelaksanaan program bina diri pada anak disabilitas intelektual di SLB B-C Yayasan Pendidikan Anak-Anak Luar Biasa Langenharjo dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu tahap awal dengan memperkenalkan kegiatan dan pembentukan hubungan, tahap pertengahan dengan melakukan kegiatan bimbingan individual program bina melalui kegiatan terstruktur, dan tahap akhir dengan menutup kegiatan melalui evaluasi, memberikan pujian dan tugas rumah. Anak disabilitas intelektual mulai menunjukkan perubahan positif setelah dilakukan bimbingan individual, yaitu mampu melaksanakan kegiatan sehari-hari tanpa banyak arahan. Hambatan dalam pelaksanaan bimbingan individual program bina diri adalah perubahan suasana hati anak disabilitas intelektual yang tidak menentu.
Kata Kunci: Bimbingan Individual, Bina Diri, Disabilitas Intelektual


Ketersediaan

sk202530194.12x7.150 MUL b c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAHTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7.150 MUL b c.1
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
121 hlm, 30cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this