Image of POLA ASUH DEMOKRATIS DALAM PENGAJARAN AGAMA
PADA ANAK TUNAGRAHITA DI SLB C YPSLB SURAKARTA

Text

POLA ASUH DEMOKRATIS DALAM PENGAJARAN AGAMA PADA ANAK TUNAGRAHITA DI SLB C YPSLB SURAKARTA



ABSTRAK
Donita Sofiana Pratiwi. NIM: 21.12.21.111. Pola Asuh Demokratis dalam
Pengajaran Agama pada Anak Tunagrahita di SLB C YPSLB Surakarta.
Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam. Fakultas Ushuluddin dan
Dakwah. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. 2025.
Kurangnya pemahaman agama pada anak tunagrahita masih ditemukan di
SLB C YPSLB Surakarta, hal ini terlihat dari perlaku yang kurang sopan, belum
dapat membedakan baik buruk perbuatan, tata cara beribadah yang benar, dan
belum dapat membaca huruf hijaiyah. Orang tua menerapkan pola asuh demokratis
dalam pengajaran agama pada anak tunagrahita. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan proses pola asuh demokratis dalam pengajaran agama pada anak
tunagrahita.
Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian
kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpukan subjek
penelitian menggunakan purposive sampling. Subjek yaitu 3 orang tua yang
memiliki anak tunagrahita dan menerapkan pola asuh demokratis, dan 1 subjek
pendukung yaitu wali kelas. Metode pengumpulan data menggunakan observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan
data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan hasil bahwa
proses pola asuh demokratis dalam pengajaran agama pada anak tunagrahita dengan
memberikan kebebasan dalam belajar, anak berhak belajar sesuai dengan apa yang
dia inginkan. Orang tua mengajak anak untuk melakukan kegiatan keagamaaan
bersama, seperti sholat berjamaah, membaca iqro, berpuasa, dan hafalan surat
pendek serta doa sehari-hari. Tidak memaksa anak untuk belajar atau melakukan
perintah agama seperti sholat, membaca iqro, dan berpuasa, namun tetap diberikan
pengertian dan pemahaman. Orang tua dan anak melakukan diskusi komunikasi dua
arah, seperti anak bertanya dengan orang tua kemudian orang tua akan memberikan
jawaban dan penjelasan yang mudah dipahami oleh anak. Kemudian orang tua
memberikan arahan, seperti halnya ketika diberi hadiah oleh orang lain maka harus
mengucapkan terima kasih. Saat memberikan pengajaran agama melalui pola asuh
demokratis, orang tua mengajar anak dengan penuh kesabaran dan tentunya dengan
kasih sayang.
Kata Kunci: Pola Asuh Demokratis, Pengajaran Agama, Anak Tunagrahita,
v
ABSTRACT
Donita Sofiana Pratiwi, 21.12.21.111, Democratic Parenting in Religious
Teaching for Children with Intellectual Disabilities at SLB C YPSLB Surakarta
Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Ushuluddin and Dakwah, Raden
Mas Said State Islamic University Surakarta 2025
Lack of religious understanding in children with disabilities is still found at
SLB C YPSLB Surakarta, this can be seen from their disrespectful behavior, not
being able to distinguish between good and bad actions, correct worship
procedures, and not being able to read hijaiyah letters. Parents apply democratic
parenting in teaching religion to children with disabilities. This study aims to
describe the process of democratic parenting in teaching religion to children with
disabilities.
The research method used by researchers is a qualitative research method
with a phenomenological approach. The technique of collecting research subjects
using purposive sampling. The subjects are 3 parents who have children with
disabilities and apply democratic parenting, and 1 supporting subject, namely the
homeroom teacher. Data collection methods using observation, interviews, and
documentation. Data analysis techniques use data collection, data reduction, data
presentation, and conclusion drawing.
Based on the research that has been conducted, the results show that the
process of democratic parenting in teaching religion to children with disabilities by
giving freedom in learning, children have the right to learn according to what they
want. Parents invite children to do religious activities together, such as praying in
congregation, reading iqro, fasting, and memorizing short letters and daily prayers.
Parents do not force children to learn or do religious commands such as praying,
reading iqro, and fasting, but still give understanding and understanding. Parents
and children have two-way communication discussions, such as children asking
questions to parents then parents will provide answers and explanations that are
easily understood by children. Then parents provide direction, such as when given
a gift by others, they must say thank you. When providing religious teaching through
democratic parenting, parents teach children with patience and of course with love..
Keywords: Democratic Parenting, Religious Teaching, Children with Intellectual
Disabilities


Ketersediaan

sk2025301346.12X7.15 DON p c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X7.15)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2X7.15 DON p c.1
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
128 hlm , 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this