Image of PROBLEMATIKA PENGASUHAN ANAK
DALAM KELUARGA PERNIKAHAN DINI 
DI KECAMATAN KARTASURA

Text

PROBLEMATIKA PENGASUHAN ANAK DALAM KELUARGA PERNIKAHAN DINI DI KECAMATAN KARTASURA



ABSTRAK

Dinar Ulfiana Kusuma Wardhani. 21.12.21.047. Problematika Pengasuhan Anak dalam Keluarga Pernikahan Dini di Kecamatan Kartasura. Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. 2025.
Fenomena pernikahan dini di Indonesia, khususnya di Kecamatan Kartasura, merupakan persoalan sosial yang kompleks. Pernikahan pada usia muda sering kali berdampak terhadap kualitas pengasuhan anak karena pasangan cenderung belum memiliki kematangan emosional dan pengetahuan yang memadai dalam menjalankan peran sebagai orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengidentifikasi problematika pengasuhan anak dalam keluarga yang menikah pada usia dini.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek utama terdiri atas tiga orang (dua istri dan satu suami), serta tiga subjek pendukung yang berasal dari orang tua masing-masing subjek utama. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber, dan analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini menimbulkan berbagai permasalahan dalam pengasuhan anak. Pasangan muda sering kali belum siap secara mental, emosional, dan ekonomi untuk menjalankan peran sebagai orang tua. Mereka kurang pengetahuan tentang pengasuhan yang tepat, seperti pemenuhan gizi, kesehatan, dan stimulasi perkembangan anak. Ketidakmatangan emosional membuat mereka mudah stres dan kesulitan mengelola perilaku anak. Kondisi ekonomi yang lemah juga berdampak pada ketergantungan terhadap keluarga besar dan minimnya fasilitas pendukung tumbuh kembang anak. Selain itu, rasa minder dalam pergaulan sosial dan pola asuh yang tidak konsisten memperburuk kualitas pengasuhan. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan dari keluarga, masyarakat, dan lembaga profesional untuk membantu pasangan muda dalam menjalani peran sebagai orang tua dengan lebih baik.

Kata Kunci: Pernikahan dini, Pengasuhan anak, Keluarga muda, Pola asuh, Perkembanganan


ABSTRACT

Dinar Ulfiana Kusuma Wardhani. 21.12.21.047. Problems of Childcare in Early Marriage Families in Kartasura District. Islamic Guidance and Counseling Study Program. Faculty of Ushuluddin and Da'wah. Raden Mas Said State Islamic University of Surakarta. 2025.
The phenomenon of early marriage in Indonesia, particularly in Kartasura District, is a complex social issue. Marriages that occur at a young age often negatively impact the quality of childcare, as couples tend to lack the emotional maturity and sufficient knowledge required to fulfill their roles as parents. This study aims to examine and identify the problems of childcare within families formed through early marriage.
This research employed a descriptive qualitative approach using a case study method. The primary subjects consisted of three individuals (two wives and one husband), and three supporting subjects from the parents of the primary participants. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. Data validity was tested using source triangulation, and the data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing.
The results of the study indicate that Early marriage causes various problems in child rearing. Young couples are often not mentally, emotionally, and economically ready to play the role of parents. They lack knowledge about proper parenting, such as fulfilling nutrition, health, and stimulation of child development. Emotional immaturity makes them easily stressed and has difficulty managing children's behavior. Weak economic conditions also have an impact on dependence on extended family and minimal facilities to support child growth and development. In addition, feelings of inferiority in social interactions and inconsistent parenting patterns worsen the quality of parenting. Therefore, support is needed from family, society, and professional institutions to help young couples in playing the role of parents better.
Keywords: Early marriage, Childcare, Young family, Parenting, Child development


Ketersediaan

sk2025301344.12X7.15 din p c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X7.15)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2X7.15 din p c.1
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
166 hlm ,30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this