Detail Cantuman
Advanced SearchTASAWUF DAN PSIKOTERAPI
MAKNA KEBERSYUKURAN MAHASISWA YANG MENJADI MARBUT MASJID BAROKAH DESA MANGKUYUDAN SURAKARTA
Mahasiswa berasal dari latar belakang ekonomi dan intelektual yang beragam, yang memengaruhi pengalaman dan pencapaian akademik mereka. Modal ekonomi, sosial, dan budaya menjadi faktor penting dalam keberhasilan studi, di mana mahasiswa dari keluarga mampu lebih mudah mengakses sumber daya pendidikan, sementara mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu harus menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk tekanan psikologis dan kebutuhan untuk bekerja sambil kuliah. Dalam konteks ini, sebagian mahasiswa memilih menjadi marbut masjid sebagai strategi bertahan hidup, tidak hanya untuk meringankan beban ekonomi melalui fasilitas seperti tempat tinggal dan makanan, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian spiritual yang mempererat hubungan mereka dengan Tuhan dan sesama manusia. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan makna kebersyukuran mahasiswa yang menjadi marbut Masjid Barokah desa Mangkuyudan Surakarta
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini sebanyak 3 orang mahasiswa aktif yang menjadi marbut masjid barokah yang ditentukan melalui teknik sampling purposeful. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan lima tahapan: Membaca Transkipsi, Tahap Horizonalisasi, Tahap Cluster of Meaning (Menyusun Pernyataan Penting Menjadi Unit-Unit Makna atau Tema), Deskripsi Tekstural dan Struktural, Mendeskripsikan Esensi (Komposit dari Deskripsi Tekstural dan Struktural). Adapun keabsahan data diuji dengan menggunakan: Triangulasi Sumber dan Triangulasi Metode.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang menjadi marbut Masjid Barokah di Desa Mangkuyudan Surakarta memiliki pemahaman yang dalam mengenai makna kebersyukuran. Syukur bagi mereka bukan hanya sekadar ucapan “alhamdulillah” di lisan, tetapi telah menjadi cara pandang dan sikap hidup dalam menjalani keseharian. Dalam keterbatasan ekonomi, jauh dari orang tua, serta harus menjalani peran ganda sebagai mahasiswa dan penjaga masjid, mereka tetap mampu melihat sisi positif dari setiap keadaan. Mereka merasakan bahwa menjadi marbut bukan sekadar pengabdian atau tempat singgah, melainkan ruang belajar kehidupan yang penuh makna. Dalam penelitian ini ditemukan penemuan baru yaitu aspek muhasabah, aspek penerimaan diri, aspek sabar.
Ketersediaan
| SK202560013.1 | 2x5.2 ISN m c1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x5.2) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x5.2 ISN m c1
|
| Penerbit | : ., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
97 hal. 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
ISNAINI NURUL HAKIM FIL AULIA
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






