Detail Cantuman
Advanced SearchText
BIMBINGAN ROHANI DALAM MENUMBUHKAN KETENANGAN JIWA PADA PASIEN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) DI PONDOK REHABILITASI JIWA ASSYIFA NGRAMBE NGAWI SKRIPSI
ABSTRAK
Agustina Dwi Yulianti, 211221035, Bimbingan Rohani Dalam Menumbuhkan Ketenangan Jiwa Pada Pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Di Pondok Rehabilitasi Jiwa Assyifa Ngrambe Ngawi. Program Studi Bimbingan Dan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin Dan Dakwah, UIN Raden Mas Said Surakarta 2025.
Gangguan jiwa merupakan persoalan kesehatan yang sangat krusial di berbagai negara. Untuk mencegah kondisi kejiwaan seseorang memburuk hingga ke tingkat yang lebih serius, diperlukan penanganan dan pemulihan sedini mungkin. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa pasien ODGJ sering mengalami gejolak emosional, perasaan cemas, dan ketidakstabilan jiwa. Pondok Rehabilitasi Jiwa Assyifa Ngrambe Ngawi memberikan penanganan untuk pasien ODGJ tidak hanya dengan bantuan medis tetapi juga melalui bantuan psikospiritual, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran bimbingan rohani dalam menumbuhkan ketenangan jiwa pada pasien ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) melalui strategi dan proses pelaksanaan yang terstruktur menjadikan ketenangan jiwa pada pasien mudah didapatkan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dipilih melalui purposive sampling yang terdiri dari 3 petugas Pondok Rehabilitasi Jiwa Assyifa yang berkontribusi dalam penanganan pasien ODGJ khususnya dalam pelaksanaan bimbingan rohani. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.
Hasil menunjukkan proses pelaksanaan bimbingan rohani dalam rehabilitasi pasien ODGJ di Pondok Rehabilitasi Jiwa Assyifa Ngrambe Ngawi. Meliputi: (1) Pelaksanaan ibadah salat lima waktu dilakukan dengan pendampingan personal, mulai dari motivasi, bantuan wudhu, hingga pelaksanaan berjamaah; (2) Membaca Al-Qur’an diawali dengan pengondisian mental, dilanjutkan tadarus atau pembelajaran membaca; (3) Zikir dan tahlil dilaksanakan rutin dalam suasana tenang, diawali pembacaan perlahan dan ditutup doa bersama; (4) Salawat dan hadrah dilakukan mingguan, membangun suasana kekeluargaan dan diakhiri doa;
(5) Ceramah keagamaan disampaikan dengan bahasa sederhana, disertai pelatihan kultum bagi pasien. Pasien menunjukkan adanya perubahan positif terutama pada emosional, kedisiplinan ibadah, dan partisipasi aktif. Bimbingan rohani digunakan sebagai bentuk terapi spiritual dalam menumbuhkan ketenangan jiwa.
Kata kunci: bimbingan rohani, ketenangan jiwa, pasien ODGJ, pendekatan spiritual, pemulihan psikologis.
ABSTRACT
Agustina Dwi Yulianti, 211221035, Spiritual Guidance in Fostering Mental Tranquility in Patients with Mental Disorders (ODGJ) at the Assyifa Ngrambe Ngawi Psychiatric Rehabilitation Center. Islamic Guidance and Counseling Study Program, Faculty of Ushuluddin and Da'wah, UIN Raden Mas Said Surakarta 2025.
Mental disorders are a very crucial health problem in various countries. To prevent a person's mental condition from deteriorating to a more serious level, treatment and recovery are needed as early as possible. The background of this study is based on the fact that ODGJ patients often experience emotional turmoil, anxiety, and mental instability. Pondok Rehabilitasi Jiwa Assyifa Ngrambe Ngawi provides treatment for ODGJ patients not only with medical assistance but also through psychospiritual assistance, this study aims to determine the role of spiritual guidance in fostering mental calmness in ODGJ (People with Mental Disorders) patients through a structured strategy and implementation process that makes mental calmness in patients easy to obtain.
The method used in this research is qualitative with a phenomenological approach. Subjects were selected through purposive sampling consisting of 3 officers of Assyifa Mental Rehabilitation Center who contribute to the handling of ODGJ patients, especially in the implementation of spiritual guidance. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and documentation.
The results show the process of implementing spiritual guidance in the rehabilitation of ODGJ patients at the Assyifa Ngrambe Ngawi Mental Rehabilitation Center. These include: (1) The performance of the five daily prayers is conducted with personal guidance, from motivation, assistance with ablution, to collective prayer; (2) Reading the Quran begins with mental preparation, followed by recitation or learning to read; (3) Zikir and tahlil are performed regularly in a calm atmosphere, starting with slow recitation and ending with collective prayer;
(4) Salawat and hadrah are conducted weekly, fostering a sense of community and concluding with prayer; (5) Religious lectures are delivered in simple language, accompanied by training in delivering short religious talks for patients. Patients demonstrated changes in emotional well being, religious discipline, and active participation. Spiritual guidance is used as a form of spiritual therapy in fostering peace of mind.
Keywords: spiritual guidance, sobriety, ODGJ patients, spiritual approach, psychological recovery.
Ketersediaan
| SK202530123.1 | 2X7.15 YUL b c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X7.15) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2X7.15 YUL b
|
| Penerbit | : ., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
108 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
AGUSTINA DWI YULIANTI
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






