Detail Cantuman
Advanced SearchText
GAMBARAN QUARTER LIFE CRISIS PADA TENAGA KERJA LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)
Quarter life crisis merupakan kondisi tidak stabil yang terjadi pada individu dalam menghadapi tantangan hidup. Individu yang mengalami quarter life crisis terjadi pada transisi dari remaja akhir menuju dewasa awal. Individu mengalami quarter life crisis dengan tanda adanya kebimbangan mengenai masa depan seperti karir, relasi, atau kehidupan sosial. Salah satu yang mengalami quarter life crisis adalah tenaga kerja lulusan SMK. Individu yang memulai karir dengan latar belakang pendidikan SMK rentan mengalami kebimbangan dalam menentukan masa depan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran quarter life crisis pada tenaga kerja lulusan SMK.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari lima informan yang diperoleh melalui teknik purposive sampling dengan kriteria tenaga kerja lulusan SMK yang berada pada rentang usia 21-25 tahun dan bertempat tinggal di wilayah kabupaten Wonogiri. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur, observasi partisipasi pasif, dan dokumentasi. Pemeriksaan kredibiltas menggunakan teknik triangulasi sumber dan member checking. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dari Moustakas. Tahap analisis data dalam penelitian ini yaitu melakukan pengurungan persepsi, membuat daftar pernyataan penting, mengelompokkan menjadi tema-tema tertentu, dan menulis deskripsi fenomena.
Hasil penelitian ini menunjukkan kelima informan mengalami kebimbangan dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan dan kondisi ekonomi, merasa gagal dalam menjalani kehidupannya, tidak percaya diri serta membandingkan diri dengan pencapaian orang lain, merasa terjebak dalam dua pilihan yang sama pentingnya, adanya perasaan cemas terkait masa depan, merasa tertekan dengan tuntutan pekerjaan dan kondisi ekonomi, serta khawatir mengenai hubungan dengan pasangannya kelak. Adapun faktor internal yang menyebabkan quarter life crisis adalah tidak adanya mimpi dan harapan. Terdapat faktor eksternal pula seperti bekerja tidak sesuai dengan jurusan, tekanan dunia kerja, hubungan dengan keluarga yang tidak baik-baik saja, serta kondisi ekonomi yang sulit. Kemudian, penelitian ini juga menemukan bahwa spiritualitas menjadi salah satu faktor yang membantu kelima informan untuk menghadapi quarter life crisis yang dialami.
Ketersediaan
| SK202570078,.1 | 2x7.150 ANG g c1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.150) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.150 ANG g c1
|
| Penerbit | : ., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
158 hal, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
ANGGI LARA OCTAVIANTI
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






