Detail Cantuman
Advanced SearchText
DAYA JUANG SANTRI PENGHAFAL AL-QUR’AN TUNARUNGU
Santri tunarungu menghadapi tantangan ganda dalam proses belajar, berupa keterbatasan pendengaran yang berdampak langsung pada kemampuan berkomunikasi dan akses terhadap informasi pembelajaran. Kondisi ini menuntut daya juang yang tinggi agar mereka tetap mampu menjalani proses menghafal Al-Qur’an yang menuntut konsistensi, ketekunan, serta ketahanan mental dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika daya juang santri tunarungu penghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Tunarungu-Tuli Jamhariyah, Sleman.
Penelitian ini adalah Penelitian kualitatif fenomenologi. Informan penelitian terdiri dari tiga santri tunarungu yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan validitas data diperkuat melalui triangulasi teknik. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) Kahija (2017), melalui tahapan: (1) membaca data transkip secara berulang, (2) pencatatan awal (initial noting), (3) mengembangkan tema-tema yang muncul (tema emergen), (4) mengembangkan tema superordinat, (5) berpindah ke kasus (informan) berikutnya, (6) mencari pola yang sama antar informan, dan (7) mendeskripsikan tema induk. Proses coding dilakukan dengan bantuan perangkat lunak ATLAS.ti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya juang santri tunarungu tercermin dalam kemampuan menghadapi tantangan, mengelola emosi, serta mempertahankan motivasi selama proses menghafal Al-Qur’an, meskipun dibayangi keterbatasan fisik. Terdapat lima tema superordinat yang membentuk konstruksi daya juang mereka, yaitu: penerimaan diri dan ketahanan emosional; motivasi internal dan tujuan bermakna; strategi personal dan manajemen waktu; dukungan sosial serta relasi interpersonal; dan pemaknaan terhadap pendidikan dan spiritualitas. Tipe daya juang pun bervariasi: santri bertipe climbers menunjukkan tanggung jawab tinggi, ketahanan, dan keyakinan diri yang kuat; sementara tipe campers cenderung menyalahkan faktor eksternal dan mengalami keraguan, namun tetap mempertahankan motivasi dalam proses hafalan. Temuan ini menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang utama dalam pencapaian spiritual dan akademik. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya dukungan psikososial dan strategi pembinaan yang adaptif untuk memperkuat daya juang santri difabel, terutama dalam lingkungan pendidikan berbasis Islam.
Ketersediaan
| SK202570076.1 | 2x7.150 MUH d c1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.150) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.150 MUH d c1
|
| Penerbit | : ., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
183 hal, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
MUHAMMAD SYAMIL RABBANI
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






