Image of TRADISI SEDEKAH BUMI DI DUKUH KARANG ANYAR DESA WANATIRTA KECAMATAN PAGUYANGAN KABUPATEN BREBES DALAM PERSPEKTIF ETIKA ARISTOTELES

Text

TRADISI SEDEKAH BUMI DI DUKUH KARANG ANYAR DESA WANATIRTA KECAMATAN PAGUYANGAN KABUPATEN BREBES DALAM PERSPEKTIF ETIKA ARISTOTELES



ABSTRAK
Zuirma Dwi Lailatun Nisa 211121048, Tradisi Sedekah Bumi di Dukuh Karang Anyar Desa Wanatirta Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes Dalam Perspektif Etika Aristoteles, Aqidah dan Filsafat Islam, Ushuluddin dan Humaniora, Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta.
Penelitian ini membahas mengenai Tradisi Sedekah Bumi yang dilaksanakan oleh masyarakat Dukuh Karang Anyar, Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, dalam perspektif Etika Aristoteles. Tradisi ini merupakan wujud ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas hasil bumi yang diperoleh, sekaligus menjadi media pemersatu sosial melalui kegiatan gotong royong dan ritual adat. Rumusan masalah yang memuat dalam penelitian ini yaitu bagaimana perspektif teori Etika Aristoteles dalam Tradisi Sedekah Bumi di Dukuh Karang Anyar Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, dan bagaimana peran masyarakat terhadap keberlangsungan tradisi Sedekah Bumi di Dukuh Karang Anyar Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.
Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan metode analisis data yaitu metode deskripsi, metode verstehen, dan metode interpretasi.
Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan perspektif teori etika Aristoteles dalam Tradisi Sedekah Bumi di Dukuh Karang Anyar Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes dan mendeskripsikan peran masyarakat terhadap keberlangsungan tradisi Sedekah Bumi di Dukuh Karang Anyar Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.
Hasil Penelitian ini menemukan bahwa Tradisi Sedekah Bumi di Dukuh Karang Anyar, Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes merupakan bentuk aktualisasi rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas hasil panen sekaligus sarana menjaga keharmonisan sosial melalui gotong royong dan ritual adat. Dari perspektif Etika Aristoteles, tradisi ini mencerminkan kebajikan moral, seperti sikap syukur, keadilan, persahabatan dan kesederhanaan yang berada pada “jalan tengah” antara sikap berlebihan dan kekurangan. Kebajikan intelektual juga tercermin dalam kearifan masyarakat dalam menjaga tradisi, menata peran, serta memaknai nilai-nilai yang diwariskan leluhur.
Kata Kunci : Tradisi Sedekah Bumi, Etika Aristoteles, Masyarakat

ABSTRACT

Zuirma Dwi Lailatun Nisa (211121048). The Tradition of Sedekah Bumi in Karang Anyar Hamlet, Wanatirta Village, Paguyangan District, Brebes Regency in the Perspective of Aristotelian Ethics. Aqidah and Islamic Philosophy, Faculty of Ushuluddin and Humanities, Faculty of Ushuluddin and Da’wah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta.
This research discusses the tradition of Sedekah Bumi carried out by the community of Karang Anyar Hamlet, Wanatirta Village, Paguyangan District, Brebes Regency, within the perspective of Aristotelian Ethics. The tradition serves as an expression of gratitude to God for the agricultural yields obtained, as well as a medium for strengthening social unity through mutual cooperation and customary rituals. The research problems are: how the theory of Aristotelian Ethics is reflected in the tradition of Sedekah Bumi in Karang Anyar Hamlet, Wanatirta Village, Paguyangan District, Brebes Regency; and how the community contributes to the continuity of the Sedekah Bumi tradition in Karang Anyar Hamlet, Wanatirta Village, Paguyangan District, Brebes Regency.
The research method employed is field research with a qualitative approach. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The data analysis techniques applied are descriptive analysis, verstehen, and interpretation.
The purpose of this research is to describe the Aristotelian Ethical perspective on the Sedekah Bumi tradition in Karang Anyar Hamlet, Wanatirta Village, Paguyangan District, Brebes Regency, and to explain the role of the community in maintaining the continuity of this tradition.
The results of this study found that the Earth Alms Tradition in Karang Anyar Hamlet, Wanatirta Village, Paguyangan District, Brebes Regency is a form of actualization of the community's gratitude to God for the harvest as well as a means of maintaining social harmony through mutual cooperation and traditional rituals. From the perspective of Aristotle's Ethics, this tradition reflects moral virtues, such as an attitude of gratitude, justice, friendship and simplicity that are in the "middle way" between excess and deficiency. Intellectual virtue is also reflected in the community's wisdom in maintaining traditions, organizing roles, and interpreting values inherited from ancestors.
Keywords: Sedekah Bumi Tradition, Aristotelian Ethics, Community


Ketersediaan

SK202510050.12X3 NIS t c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X3)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2X3
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
115 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this