Detail Cantuman
Advanced SearchText
Dinamika forgiveness pada mahasiswa penyintas child abuse
Tubagus Muhammad Kamal Sandjadirdja. 211141012. Dinamika forgiveness pada mahasiswa penyintas child abuse. Program Studi Psikologi Islam. Jurusan Psikologi dan Psikoterapi, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. Tahun 2025.
Child abuse dapat meninggalkan dampak psikologis jangka panjang, termasuk kesulitan dalam membangun relasi interpersonal dan kesehatan mental. Salah satu respons adaptif yang dapat muncul dalam menghadapi pengalaman tersebut adalah forgiveness. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lebih dalam dinamika forgiveness pada mahasiswa penyintas child abuse.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tiga orang informan utama yaitu MK, SA, dan NP dengan kriteria a) mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Maas said b) memiliki pengalaman physical abuse, emotional abuse, sexual abuse dan penelantaran dan tiga significant other yaitu H, L dan AA. Pengumpulan data ini dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah IPA (Interpretative Phenomenology Analysis) dengan tahap-tahapannya sebagai berikut: membaca berkali-berkali, initial noting, membuat tema emergen, membuat tema superordinat.
Hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa dinamika forgiveness setiap partisipan bersifat dinamis dan fluktuatif, namun secara umum, setiap partisipan menunjukkan adanya perkembangan positif dalam hal penerimaan, pengelolaan emosi, serta hubungan interpersonal dengan pelaku. Hal ini terbentuk atas beberapa faktor yang berperan dalam mendorong proses forgiveness, antara lain religiusitas, empati, refleksi diri, serta dukungan sosial dan figur signifikan. Selain itu, setiap informan memaknai pengalaman kekerasan secara berbeda, namun pada akhirnya mampu mengembangkan pemahaman dan penerimaan yang lebih dalam terhadap peristiwa masa lalu dan pelaku. Forgiveness tidak dimaknai sebagai bentuk pembenaran atas kekerasan, melainkan sebagai upaya untuk mencapai ketenangan batin dan pertumbuhan pribadi. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang proses pemaafan pada korban kekerasan masa kecil serta implikasinya bagi dukungan psikososial.
Kata kunci: forgiveness, mahasiswa, penyintas child abuse.
Ketersediaan
| SK202570074.1 | 2x7.150 d TUB c1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.150) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.150
|
| Penerbit | : ., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
118hlm, 30cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Tubagus Muhammad Kamal Sandjadirdja
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






