Image of PEMAHAMAN PLURALISME AGAMA DI PONDOK PESANTREN ISLAM AL-MUKMIN NGRUKI DALAM TINJAUAN PEMIKIRAN MUN’IM SIRRY

Text

PEMAHAMAN PLURALISME AGAMA DI PONDOK PESANTREN ISLAM AL-MUKMIN NGRUKI DALAM TINJAUAN PEMIKIRAN MUN’IM SIRRY



ABSTRAK
Muhammad Safila Akbar, 211121001, Pemahaman Pluralisme Agama Di Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki Dalam Tinjauan Pemikiran Mun’im Sirry, program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin dan Humaniora, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2025.
Pemahaman Pluralisme Agama Dipondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki dalam Tinjauan Pemikiran Mun’im Sirry, Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman pluralisme agama di Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki dan meninjaunya melalui perspektif pemikiran Mun’im Sirry, seorang cendekiawan Muslim kontemporer yang dikenal dengan gagasannya mengenai pluralisme dan toleransi antarumat beragama. Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki dikenal sebagai institusi pendidikan Islam yang mengadopsi pendekatan salafi dengan fokus pada pemurnian ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah secara tekstual. Rumusan masalah dalam penelitian ini (1) Bagaimana Pemahaman Pluralisme Agama di pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki? (2) Bagaimana Pemahaman Pluralisme Agama di pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki?. Tujuan dalam Penelitian ini untuk (1) menjabarkan bagaimana Pemahaman Pluralisme Agama di Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki. (2) menjabarkan bagaimana Pemahaman Pluralisme Agama di Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki dalam tinjauan pemikiran Mun’im Sirry.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan ustad, alumni, dan santri Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, observasi langsung terhadap aktivitas pesantren, serta analisis terhadap dokumen-dokumen yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman pluralisme agama di pesantren ini ditolak secara teologis karena dianggap bertentangan dengan prinsip tauhid, serta berpotensi merusak batas antara iman dan kufur. Meski demikian, toleransi antaragama tetap diajarkan dalam ranah sosial, tanpa mengakui kebenaran agama lain secara teologis. Sebaliknya, Mun’im Sirry menilai pluralisme sebagai realitas teologis dan sosial yang harus diterima, serta menekankan pendekatan kontekstual dalam memahami teks agama. Ia juga melihat pluralisme sebagai dasar penting bagi perdamaian dan koeksistensi antarumat beragama. Perbedaan mendasar ini menunjukkan adanya dua kutub pemikiran: eksklusivisme teologis di satu sisi, dan inklusivisme-dialogis di sisi lain. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam pengembangan wacana keagamaan yang lebih terbuka dan kontekstual di lingkungan pendidikan Islam.
Kata kunci: Pluralisme Agama, Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Mun’im Sirry, Eksklusivisme, Inklusivisme, Teologi Islam




ABSTRACT
Muhammad Safila Akbar, 211121001. The Understanding of Religious Pluralism at Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki in the Perspective of Mun’im Sirry’s Thought. Department of Aqidah and Islamic Philosophy, Faculty of Ushuluddin and Dakwah, State Islamic University of Raden Mas Said Surakarta, 2025.
This research aims to examine the understanding of religious pluralism at Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki and analyze it through the perspective of Mun’im Sirry, a contemporary Muslim scholar known for his ideas on religious pluralism and interfaith tolerance. Al-Mukmin Ngruki is recognized as an Islamic educational institution rooted in Salafi thought, emphasizing the purification of Islamic teachings based on the Qur’an and authentic Sunnah through a textualist approach. The research problems addressed in this study are: (1) How is religious pluralism understood at Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki? and (2) How does this understanding compare to Mun’im Sirry’s perspective on religious pluralism? The purpose of this study is to describe and critically assess the pesantren's theological stance on pluralism and to contrast it with Mun’im Sirry’s inclusive and contextual approach.
This study employs a qualitative method with a field research approach. Data were collected through in-depth interviews with teachers (ustadz), alumni, and students of the pesantren, direct observation of pesantren activities, and analysis of relevant documents.
The findings indicate that religious pluralism is theologically rejected within the pesantren’s framework, as it is viewed as contradictory to the principle of tawhid and perceived to blur the boundary between belief and disbelief. Nevertheless, social tolerance toward followers of other religions is still promoted within the limits of humanitarian interaction, without acknowledging the theological truth of other faiths. In contrast, Mun’im Sirry considers pluralism as both a theological and social reality that must be embraced. He emphasizes a contextual reading of religious texts and sees pluralism as essential to achieving peace and coexistence among religious communities.This fundamental divergence illustrates two contrasting poles of thought: theological exclusivism on the one hand, and dialogical inclusivism on the other. This study is expected to contribute to the development of a more open and contextual discourse on religious thought within Islamic educational institutions.
Keywords: Religious Pluralism, Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Mun’im Sirry, Exclusivism, Inclusivism, Islamic Theology


Ketersediaan

SK202510037.12x1 muh pPERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X3)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1 muh p
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
140 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this