Image of HAKIKAT MANUSIA DALAM BUKU FALSAFAH HIDUP KARYA HAMKA
( Perspektif Filsafat Manusia Al-Ghazali)

AQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM

HAKIKAT MANUSIA DALAM BUKU FALSAFAH HIDUP KARYA HAMKA ( Perspektif Filsafat Manusia Al-Ghazali)



Muhammad Armisandrew Taufik Abdillah. NIM: 211121028. Hakikat Manusia dalam Buku Falsafah Hidup Karya Hamka (Perspektif Filsafat Manusia Al-Ghazali). Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Universitas Islam Negri Raden Mas Said Surakarta, 2025.
Skripsi ini bertujuan untuk mengidentifikasi keselarasan dalam pandangan Hamka dan al-Ghazali tentang hakikat manusia. Penelitian ini berfokus pada penggabungan dimensi sufistik al-Ghazali dan peran akal Hamka dalam buku Falsafah Hidup. Karena peneliti sebelumnya belum mengintegrasikan antara pendekatan sufistik al-Ghazali dan pendekatan praktis Hamka. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana hakikat manusia dalam buku Falsafah Hidup karya Hamka Perspektif Al-Ghazali?, dan Bagaimana relevansi hakikat manusia Al-Ghazali terhadap era kehidupan kontemporer?.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kacamata filsafat manusia Al-Ghazali. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: Data primer, buku falsafah hidup, dan kitab terjemahan ihya ulumuddin. dan Data sekunder, tulisan-tulisan ilmiah yang masih relevan dengan tema. Baik skripsi, jurnal, pdf, dsb. Data dianalisis melalui tahapan deskriptif hingga diinterpretasikan.
Hasil penelitian menujukkan bahwa keselarasan antara pandangan Hamka dan al-Ghazali tentang hakikat manusia. Hamka merumuskan teori berdasarkan pengalaman, sementara al-Ghazali sebagai teoritis mencari pengalaman untuk memvalidasi teorinya. Al-Ghazali menekankan pentingnya kebersihan hati, jiwa, nafsu, dan akal dalam kehidupan kontemporer, sedangkan Hamka fokus pada akal yang berlandaskan al-Qur’an dan Sunnah untuk mencapai hakikat manusia. Pemikiran al-Ghazali relevan di era kontemporer, di mana menekankan pentingnya dua dimensi manusia: rohani dan jasmani. Hal ini mengingatkan bahwa kebahagian sejati tidak hanya berasal dari pemenuhan kebutuhan jasmani, tetapi juga dimensi rohani, seperti: doa, meditasi, dan refleksi diri melalui praktik spiritual.
Kata Kunci: Hakikat, Manusia, Hamka


Ketersediaan

SK202510036.12x3 ABD h c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X3)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x3
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
30 cm., 94 hlm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this