Image of TRADISI SINOMAN DI DUSUN WONOREJO DESA TUBAN KECAMATAN GONDANGREJO KABUPATEN KARANGANYAR (Perspektif Etika Jawa Franz Magnis Suseno)

AQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM

TRADISI SINOMAN DI DUSUN WONOREJO DESA TUBAN KECAMATAN GONDANGREJO KABUPATEN KARANGANYAR (Perspektif Etika Jawa Franz Magnis Suseno)



Lelinur Safitri 211121058, Tradisi Sinoman di Dusun Wonorejo Desa Tuban Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar (Perspektif Etika Jawa Franz Magnis Suseno), Aqidah dan Filsafat Islam, Ushuluddin dan Humaniora, Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta.
Penelitian ini membahas tradisi sinoman yang hidup dalam masyarakat Jawa, khususnya di Dusun Wonorejo, Desa Tuban, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, dalam perspektif etika Jawa Franz Magnis Suseno. Tradisi ini merupakan bentuk nyata dari nilai-nilai kerukunan dan hormat. Namun, di era modern tradisi tersebut mengalami pergeseran makna akibat masuknya jasa catering, sikap individualisme, dan transformasi nilai budaya. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana prinsip kerukunan dan hormat dalam tradisi sinoman di Dusun Wonorejo Desa Tuban Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar dalam perspektif etika Jawa Franz Magnis Suseno. 2) Bagaimana pergeseran nilai tradisi sinoman di Dusun Wonorejo Desa Tuban Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan prinsip etika Jawa dalam sinoman serta pergeseran nilai-nilai yang terjadi.

Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara bersama Bapak Mahmudin kepala Dusun Wonorejo, Ibu Nur Jannah masyarakat Dusun Wonorejo yang turut berpartisipasi sinoman, Santara Adhy ketua Karangtaruna, dan Putri Melinda anggota Karangtaruna, lalu observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif-filosofis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tradisi sinoman masih mencerminkan nilai kerukunan dan hormat, sejalan dengan etika Jawa menurut Franz Magnis Suseno, seperti sikap ngajeni dan tepa selira. 2) Tradisi ini mengalami pergeseran nilai akibat modernisasi, seperti tergantikannya peran gotong royong dengan jasa berbayar, adanya sikap individualisme, dan pergeseran makna dari simbolik-ritual menjadi religius-spiritual. Meski mengalami perubahan, sinoman tetap memiliki relevansi sebagai ruang pembelajaran sosial dan pelestarian nilai etika Jawa dalam kehidupan masyarakat modern.

Kata Kunci : Tradisi Sinoman, Kerukunan, Hormat, Etika Jawa, Franz Magnis Suseno, Pergeseran Nilai.


Ketersediaan

SK202510034.12x3 SAF t c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X3)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x3
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
30 cm., 127 hlm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this