Detail Cantuman
Advanced SearchAQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM
NILAI RELIGIUS AL-GHAZALI DALAM TRADISI SADRANAN DUSUN KENTANGAN KECAMATAN MATESIH KABUPATEN KARANGANYAR
Lathifah Lu’lu’il Maknuni NIM. 211121014. Nilai Religius Dalam Tradisi Sadranan Dusun Kentangan Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar. Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. 2025
Penelitian ini mengkaji nilai religius yang terdapat dalam tradisi sadranan di Dusun Kentangan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, dengan menggunakan pemikiran nilai religius Al-Ghazali. Tradisi yang ada di indonesia sangat beragam salah satunya adalah tradisi sadranan yang terdapat di dusun kentangan kecamatan matesih kabupaten karanganyar. Di setiap tradisi memiliki makna tersendiri seperti halnya tradisi sadranan yang dimaknai nilai religiusnya. Nilai religius bukan hanya mengenai hubungan antara manusia dengan tuhannya, akan tetapi hubungan manusia dengan manusia lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai religius yang terdapat dalam tradisi sadranan serta menjelaskan peranan masyarakat terhadap keberlangsungan tradisi tersebut.
Penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah penelitian lapangan (filed research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini menggunakan responden yang diambil beberapa tokoh masyarakat dan pemuda dengan wawancara mendalam. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi tekhnik analisis data yang digunakan yaitu, deskriptif, interpretasi dan verstehen.
Hasil penelitian ini adalah (1) Nilai-nilai religius yang terdapat dalam tradisi sadranan di dusun kentangan ini ada tiga, yaitu nilai ilmu dan keyakinan, nilai akhlak keseharian, serta nili sabar dan syukur. Dalam nilai tersebut memiliki makna masing masing yang bertujuan untuk menjadikan kehidupan manusia lebih harmonis dalam berhubungan dengan manusia lainnya, serta dari nilai tersebut dapat menjadikan pembelajaran manusia untuk menjaga hubungan baik dengan tuhannya, dengan sesama manusia dam menjadikan manusia mengerti makna akan syukur. (2) peran masyarakat dalam tradisi ini sangat diperlukan untuk keberlangsungan tradisi yang ada, dalam tradisi ini setiap kalangan memiliki peran masing-masing dari orang tua sampai pemudanya. Serta mengungkapkan makna tradisi ini sehingga para pemuda mengetahui nilai religius ini sehingga akan terus melestarikan tradisi ini seiring bergantinya zaman.
Kata kunci : Nilai Religius, Tradisi, Sadranan
Ketersediaan
| SK202510033.1 | 2x3 MAK n c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X3) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x3
|
| Penerbit | : ., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
30 cm., 108 hlm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Lathifah Lu’lu’il Maknuni
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






