Detail Cantuman
Advanced SearchAQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM
MAKNA SIMBOL YANG TERKANDUNG DALAM TRADISI MENGUBUR ARI ARI BAYI DI DUKUH TENGKLIK DESA POLOKARTO KECAMATAN POLOKARTO KABUPATEN SUKOHARJO (Perspektif Teori Semiotika Charles Sanders Pierce)
Intan Setya Kurniawati NIM. 211121024. Makna Simbol yang Terkandung dalam Tradisi Mengubur Ari Ari Bayi di Dukuh Tengklik, Desa Polokarto Kec. Polokarto, Kab. Sukoharjo. Program studi Aqidah dan Filsafat Islam. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah.Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. 2025
Penelitian ini mengkaji makna simbolik yang terkandung dalam tradisi mengubur ari-ari bayi di Dukuh Tengklik, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, dengan menggunakan pendekatan teori semiotika Charles Sanders Peirce. Manusia dan kebudayaan memiliki hubungan yang erat, di mana kebudayaan merupakan hasil kreasi manusia yang lahir dari kehidupan bermasyarakat. Tradisi mengubur ari-ari bayi di masyarakat Jawa mencerminkan nilai-nilai spiritual dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik dalam tradisi tersebut serta menganalisis transformasi bentuk simbol seiring perkembangan zaman.
Penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field Result) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari literatur yang relevan dengan tema penelitian ini berupa buku, jurnal artikel, dan sebagainya. Untuk menganalisis data menggunakan metode deskripsi, verstehn dan interpretasi.
Hasil penelitian ini adalah (1) Makna simbol yang terkandung dalam tradisi mengubur ari ari bayi di dukuh Tengklik, Desa Polokarto Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo ditinjau dari perspektif teori semiotika Charles Sanders Piertce. Berdasarkan perspektif teori semiotika Charles Sanders Peirce, simbol-simbol yang terdapat dalam prosesi ini, seperti lokasi penguburan, cara penguburan, dan benda-benda pendukung lainnya, memiliki interpretasi yang kaya. Ari-ari dianggap sebagai bagian dari bayi yang memiliki hubungan spiritual, dan penguburannya mencerminkan upaya untuk menjaga kesehatan dan keselamatan bayi. (2) Transformasi bentuk bentuk simbol karena seiring dengan perkembangan zaman. Beberapa praktik dalam prosesi penguburan ari-ari telah mengalami perubahan, baik dalam cara pelaksanaan maupun dalam benda-benda yang digunakan. Transformasi ini menunjukkan dinamika budaya yang terjadi seiring dengan perkembangan zaman, di mana masyarakat berusaha untuk tetap relevan tanpa kehilangan esensi dari tradisi yang ada..
Kata kunci : Makna Simbol, Tradisi, Teori Semiotika, Transformasi.
Ketersediaan
| SK202510030.1 | 2x3 KUR m c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X3) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x3
|
| Penerbit | : ., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
30 cm., 157 hlm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Intan Setya Kurniawati
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






