Image of ANALISIS EKOLOGI TERHADAP KRISIS LINGKUNGAN GLOBAL 
DALAM TAFSIR ILMI KEMENAG

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

ANALISIS EKOLOGI TERHADAP KRISIS LINGKUNGAN GLOBAL DALAM TAFSIR ILMI KEMENAG



ABSTRAK

Erni. NIM: 211111011, Analisis Ekologi Terhadap Krisis Lingkungan Global Dalam Tafsir Ilmi Kemenag. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. 2025.

Salah satu fenomena yang menarik untuk diteliti saat ini adalah tentang kerusakan lingkungan. Tidak bisa dipungkiri bahwa kerusakan lingkungan bisa terjadi akibat ulah manusia. Kerusakan bukan hanya terjadi akibat bencana alam yang bersifat alami. Contoh yang banyak ditemukan adalah kerusakan alam melalui aktivitas penebangan hutan yang tidak diimbangi dengan penanaman kembali atau reboisasi. Akibatnya, terjadi longsor, banjir, degradasi tanah, dan bencana alam lainnya. Kondisi ini bertentangan dengan perintah Allah kepada manusia dalam surah Al-ʾArāf 7: 56 dan Surah Ar-Rum 30: 41 tentang larangan membuat kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk: Mendeskripsikan penafsiran tafsir Kemenag terhadap surah Al-ʾArāf 7: 56 dan Surah Ar-Rum 30: 41. dan Menjelaskan analisis ekofeminisme dalam surah Al-ʾArāf 7: 56 dan Surah Ar-Rum 30: 41.
Jenis penelitian ini adalah penelitian teks. Sumber data primer diambil dari penafsiran dalam Tafsir Ilmiah Kemenag tentang surah Al-ʾArāf 7: 56 dan Ar-Rum 30: 41. Data sekunder diambil dari berbagai artikel, jurnal, dan buku yang relevan terhadap topik penelitian. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis dengan teori Vandana Shiva.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, penafsiran surah Al-ʾArāf 7: 56 dan Ar-Rum 30: 41 disajikan dengan sangat detail. Penafsiran tersebut memperlihatkan adanya argumen yang berbasis sains terhadap fenomena kerusakan lingkungan. Tafsir ilmiah juga memperlihatkan bukti tentang adanya campur tangan manusia dalam konteks sosial terhadap kerusakan alam. Kedua, ditemukan adanya kemiripan dalam Tafsir Ilmiah Kemenag dengan perspektif ekofeminisme. Keduanya sama-sama memiliki agenda melindungi alam melalui pelestarian hutan. Ekofeminisme menjadikan gerakan Chipko sebagai cara melindungi hutan, yang secara simbolis ada dalam gerakan memeluk pohon. Tafsir ilmiah melarang secara tegas kepada manusia untuk melakukan penggundulan hutan. Adapun tentang kritik terhadap kapitalisme dan globalisasi dalam konsep ekofeminisme Vandana Shiva, bisa ditemukan dalam Tafsir Kemenag ketika membahas tentang banjir yang dikaitkan dengan perlunya kolaborasi antara pemerintah dengan pihak terkait untuk membuat kebijakan beserta sanksinya.
Kata Kunci: Tafsir Kemenag, Ekofeminisme, Krisis Ekologi.




ABSTRACT
Erni. NIM: 211111011. Ecological Analysis of the Global Environmental Crisis in the Scientific Interpretation of the Ministry of Religion. Program Studi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta. 2025.
One of the interesting phenomena to study today is environmental damage. It is undeniable that environmental damage can occur due to human actions. Damage does not only occur due to natural disasters. An example that is often found is natural damage through deforestation activities that are not balanced with replanting or reforestation. As a result, landslides, floods, land degradation, and other natural disasters occur. This condition is contrary to Allah's command to humans in Surah Al-ʾArāf 7: 56 and Surah Ar-Rum 30: 41 regarding the prohibition of causing damage. This study aims to: Describe the interpretation of the Kemenag's tafsir on Surah Al-ʾArāf 7: 56 and Surah Ar-Rum 30: 41. and Explain the analysis of ecofeminism in Surah Al-ʾArāf 7: 56 and Surah Ar-Rum 30: 41.
This type of research is text research. Primary data sources are taken from the interpretation in the Kemenag Scientific Tafsir on Surah Al-ʾArāf 7: 56 and Ar-Rum 30: 41. Secondary data are taken from various articles, journals, and books that are relevant to the research topic. Data were collected using documentation techniques. Furthermore, the data were analyzed using Vandana Shiva's theory.
The results of the study show that, first, the interpretation of Surah Al-ʾArāf 7: 56 and Ar-Rum 30: 41 is presented in great detail. The interpretation shows that there are scientific arguments against the phenomenon of environmental damage. Scientific interpretation also shows evidence of human intervention in the social context of environmental damage. Second, there are similarities in the Scientific Interpretation of the Ministry of Religion with the perspective of ecofeminism. Both have the same agenda of protecting nature through forest conservation. Ecofeminism makes the Chipko movement a way to protect forests, which is symbolically in the movement of hugging trees. Scientific interpretation strictly prohibits humans from deforestation. As for the criticism of capitalism and globalization in Vandana Shiva's ecofeminism concept, it can be found in the Interpretation of the Ministry of Religion when discussing floods which are associated with the need for collaboration between the government and related parties to create policies and their sanctions.
Keywords: Tafseer Of Kemenag, Ecofeminism, Ecological Crisis.


Ketersediaan

SK202520038.12x1 ERN a c1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1 ERN a c1
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
121 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this