Detail Cantuman
Advanced Search
ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR
ANALISIS MAKNA TERM AZ-ZAKIRIN DALAM AL-QUR'AN (KAJIAN SEMATIK TOSHIHIKO IZUTSU DALAM MEMAHAMI MAKNA BAHASA)
Ma’ruf Zai Setiawan. NIM: 211111012. Analisis Makna Term Az-Żākirîn dalam Al-Qur’an (Kajian Semantik Toshihiko Izutsu dalam Memahami Makna Bahasa) Program Studi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta. 2025.
Skripsi ini bertujuan untuk mengkaji term Az-Żākirîn dalam Al-Qur’an menggunakan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu. Penelitian ini berfokus pada pengungkapan makna komprehensif term Az-Żākirîn , termasuk evolusi maknanya dari periode pra-Quranik, Quranik, hingga pasca-Quranik. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pembahasan konsep term Az-Żākirîn dalam Al- Qur’an menurut ahli tafsir? Dan bagaimana makna term Az-Żākirîn dalam perspektif semantik Toshihiko Izutsu.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semantik Al-Qur’an Toshihiko Izutsu. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi dokumentasi terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung term Az-Żākirîn, serta literatur yang relevan dengan teori semantik Izutsu dan tafsir Al-Qur’an. Data yang di temukan menunjukkan bahwa term Az-Żākirîn muncul sebanyak dua kali dalam Al-Qur’an yaitu pada QS.Hud:114 dan QS.Al-Ahzab:35. Data dianalisis melalui tahapan identifikasi makna dasar, analisis sintagmatik dan paradigmatik, serta penelusuran historis term dalam tiga periode waktu yaitu pra-Quranik, Quranik, dan pasca Quranik, kemudian diakhiri dengan penelusuran Weltanschauung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa term Az-Żākirîn tidak hanya bermakna "orang-orang yang mengingat" secara literal, tetapi juga memiliki implikasi spiritual dan etis yang mendalam. Analisis relasional mengungkap keterkaitan term ini dengan konsep-konsep kunci seperti taqwā (ketakwaan) dan iḥsān (kebajikan), serta perannya dalam membangun kesadaran teologis dan moral dalam diri individu. Secara historis, makna Az-Żākirîn mengalami transformasi dari ingatan kolektif dalam masyarakat Arab pra-Quranik menjadi fondasi spiritualitas dan etika dalam Al-Qur’an . Term Az-Żākirîn berkontribusi signifikan dalam membentuk Weltanschauung Al-Qur’an. Term Az-Żākirîn menekankan pentingnya hubungan vertikal dengan Allah dan horizontal dengan sesama manusia. Temuan kebaruan meliputi korelasi antara term Az-Żākirîn dengan aspek psikologi dan sosiologi Islam. Makna psikologis term Az-Żākirîn yang termuat dalam QS.Hud:114 berupa motivasi, harapan, dan rasa aman damai. Sedangkan dalam QS.Al-Ahzab:35 berupa regulasi emosi, karakter kepribadian positif, dan kesadaran diri. Makna sosiologi dari term Az-Żākirîn dalam QS.Hud:114 berupa kesalehan sosial sedangkan dalam QS.Al-Ahzab:35 berupa solidaritas sosial.
Kata Kunci: Az-Żākirîn , Semantik Toshihiko Izutsu, Weltanschauung, Al-Qur'an
Ma’ruf Zai Setiawan. NIM: 211111012. Analysis the Meaning of the Term Az- Żākirîn in the Qur'an (A Study of Toshihiko Izutsu’s Semantic Approach in Understanding Linguistic Meaning) Study Program of Qur’anic Sciences and Exegesis, Faculty of Ushuluddin and Da’wah, UIN Raden Mas Said Surakarta. 2025.
This thesis aims to examine the term Az-Żākirîn in the Qur'an using Toshihiko Izutsu's semantic approach. This research focuses on revealing the comprehensive meaning of the term Az-Żākirîn , including the evolution of its meaning from pre-Quranic, Quranic, to post-Quranic periods. The formulation of this research problem is how is the discussion of the concept of term Az-Żākirîn in the Qur'an according to the commentators? And what is the meaning of the term Az- Żākirîn in Toshihiko Izutsu's semantic perspective.
This research uses a qualitative method with Toshihiko Izutsu's Qur'anic semantic approach. The data collection techniques used include documentation of Qur'anic verses containing the term Az-Żākirîn , as well as literature relevant to Izutsu's semantic theory and Qur'anic interpretation. The data found shows that the term Az-Żākirîn appears twice in the Qur'an, namely in QS.Hud:114 and QS.Al- Ahzab:35. The data were analyzed through the stages of basic meaning identification, syntagmatic and paradigmatic analysis, as well as historical tracing of terms in three time periods namely Pre-Quranic, Quranic, and Post-Quranic, then ended with a search for Weltanschauung.
The results show that the term Az-Żākirîn does not only mean “those who remember” in a literal sense, but also has deep spiritual and ethical implications. Relational analysis reveals the term's connection to key concepts such as taqwā (piety) and iḥsān (virtue), as well as its role in building theological and moral consciousness in individuals. Historically, the meaning of Az-Żākirîn underwent a transformation from collective memory in pre-Quranic Arab society to the foundation of spirituality and ethics in the Qur'ān. The term Az-Żākirîn contributes significantly to shaping the Qur'ānic weltanschauung. The term Az-Żākirîn emphasizes the importance of vertical relationship with God and horizontal relationship with fellow human beings. Novel findings include the correlation between the term Az-Żākirīn and aspects of Islamic psychology and sociology. The psychological meaning of the term Az-Żākirîn contained in QS.Hud:114 is motivation, hope, and a sense of peaceful security. While in QS.Al-Ahzab:35 in the form of emotional regulation, positive personality traits, and self-awareness. The sociological meaning of the term Az-Żākirîn in QS.Hud:114 is social piety while in QS.Al-Ahzab:35 is social solidarity.
Keywords: Az-Żākirîn , Toshihiko Izutsu's Semantics, Weltanschauung, Qur'ān.
Ketersediaan
| SK202520037.1 | 2x1 MAR a c1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x1 MAR a c1
|
| Penerbit | : ., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
124 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
MA'RUF ZAI SETIAWAN
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






