Image of NILAI AKHLAK DALAM QS. AN-NAHL: 90 DAN QS. AL-ISRA’: 23 PERSPEKTIF TAFSIR AL-IBRIZ KARYA BISRI MUSTHOFA

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

NILAI AKHLAK DALAM QS. AN-NAHL: 90 DAN QS. AL-ISRA’: 23 PERSPEKTIF TAFSIR AL-IBRIZ KARYA BISRI MUSTHOFA



ABSTRAK
Hanifah Hasna Syarifah, 21.1111.013, Nilai Akhlak Dalam QS. An-Nahl: 90 Dan QS. Al-Isra’: 23 Perspektif Tafsir Al-Ibriz Karya Bisri Musthofa, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Tahun 2025
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya akhlak sebagai fondasi ajaran Islam dan adanya tantangan moral dalam masyarakat modern. QS. An-Nahl: 90 dan QS. Al-Isra’: 23 merupakan dua ayat yang memuat nilai-nilai akhlak inti, seperti keadilan, kebaikan, dan penghormatan terhadap orang tua. Dalam konteks tafsir lokal, terdapat keunikan dalam penafsiran KH. Bisri Musthofa dalam kitab Tafsir Al-Ibriz, di mana makna ayat disampaikan dengan pendekatan kultural dan bahasa Jawa yang komunikatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai akhlak dalam kedua ayat tersebut berdasarkan perspektif Tafsir Al-Ibriz, serta menjelaskan relevansinya terhadap permasalahan moral masyarakat saat ini.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitik. Teori yang digunakan adalah teori struktural fungsional dari Emile Durkheim untuk menganalisis peran nilai-nilai akhlak dalam menjaga keteraturan sosial. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, yaitu dengan mengumpulkan sumber-sumber primer berupa kitab Tafsir Al-Ibriz serta sumber sekunder berupa buku, jurnal, dan artikel yang relevan.
Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa penafsiran Bisri Musthofa dalam Tafsir Al-Ibriz terhadap QS. An-Nahl: 90 dan QS. Al-Isra’: 23 memberikan penjelasan akhlak yang kontekstual dan mudah dipahami masyarakat Jawa. Istilah-istilah seperti netepi kewajiban, lacut, dan aji marang wong tuwo menunjukkan adaptasi nilai Qur’ani dalam budaya lokal. Analisis dengan teori Durkheim menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut berfungsi menjaga keteraturan sosial dan memperkuat integrasi moral masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah tafsir nusantara serta memberikan kontribusi dalam membumikan nilai-nilai akhlak Islam di tengah tantangan kehidupan modern.

Kata Kunci: Akhlak, Tafsir Al-Ibriz, Bisri Musthofa.


ABSTRACT

Hanifah Hasna Syarifah, 21.1111.013, Moral Values in QS. An-Nahl: 90 and QS. Al-Isra’: 23 from the Perspective of Tafsir Al-Ibriz by Bisri Musthofa, Al- Qur’an and Tafsir Science Study Program, Faculty of Ushuluddin and Da’wah, Raden Mas Said State Islamic University, 2025.

This research is motivated by the importance of morality as the foundation of Islamic teachings and the growing moral challenges in modern society. Surah An-Nahl: 90 and Surah Al-Isra’: 23 contain core moral values, such as justice, kindness, and respect for parents. In the context of local interpretation, there is a uniqueness in the exegesis of KH. Bisri Musthofa in Tafsir Al-Ibriz, where the meanings of the verses are conveyed through a cultural approach and communicative Javanese language. This study aims to describe the moral values contained in these two verses based on the perspective of Tafsir Al-Ibriz, and to explain their relevance to current moral issues in society.

This research is a library study using a descriptive-analytical approach. The theoretical framework employed is the structural functionalism theory of Emile Durkheim to analyze the role of moral values in maintaining social order. Data were collected through documentation techniques, by gathering primary sources such as Tafsir Al-Ibriz and secondary sources such as books, journals, and relevant articles.

Based on the analysis, it can be concluded that Bisri Musthofa’s interpretation in Tafsir Al-Ibriz of Surah An-Nahl: 90 and Surah Al-Isra’: 23 provides a contextual explanation of morality that is easily understood by Javanese society. Terms such as netepi kewajiban (fulfilling obligations), lacuṭ (transgression), and aji marang wong tuwa (honoring parents) reflect the adaptation of Qur’anic values into local culture. The analysis using Durkheim’s theory shows that these values function to maintain social order and strengthen moral integration in society. This research is expected to enrich the corpus of Indonesian Qur’anic exegesis and contribute to grounding Islamic moral values amidst the challenges of modern life.



Keywords: Morality, Tafsir Al-Ibriz, Bisri Musthofa.


Ketersediaan

SK202520036.12x1 HAN n c1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1 HAN n c1
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
71 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this