Image of KONSEP TAUHID PERSPEKTIF IBNU TAIMIYAH PADA QS. AL-BAQARAH : 21-22 DALAM TAFSIR AT-TANWIR MUHAMMADIYAH

Text

KONSEP TAUHID PERSPEKTIF IBNU TAIMIYAH PADA QS. AL-BAQARAH : 21-22 DALAM TAFSIR AT-TANWIR MUHAMMADIYAH



ABSTRAK

Karimah Assyahidah, NIM : 211111037. Konsep Tauhid Perspektif Ibnu Taimiyah Pada QS. Al-Baqarah : 21-22 Dalam Kitab Tafsir At-Tanwir Muhammadiyah.
Tauhid menempati kedudukan penting dalam Islam, tauhid berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa hanya Allah Swt satu-satunya Tuhan yang berhak di sembah. Namun seiring berkembangnya zaman dalam kehidupan masyarakat, banyak sekali perbuatan dan perkataan yang termasuk dalam golongan syirik besar dan syirik kecil, bahkan cenderung kepada keduanya. Hal ini tentu saja bertentangan dengan tauhid. Jika pada zaman Rasulullah Saw orang – orang Makkah menyekutukan Allah dalam bentuk menyembah berhala, berbeda dengan yang dilakukan masyarakat Indonesia. Karena berhalanya masyarakat Indonesia adalah dengan mengadakan tradisi-tradisi nenek moyang yang dicampuradukkan dengan ajaran Islam. Berangkat dari masalah ini, penulis tertarik untuk meneliti penafsiran QS. Al-Baqarah: 21-22 yang berkaitan dengan tauhid. Penelitian ini ditujukan untuk menjawab dua rumusan masalah, pertama bagaimana penafsiran QS. Al-Baqarah: 21-22 dalam Tafsir At-Tanwir, kedua bagaimana analisis terhadap penafsirannya.
Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian kepustakaan (library research). Dengan menggunakan sumber data primer berupa kitab tafsir At-Tanwir. Selain itu juga menggunakan sumber data lainnya berupa kitab, jurnal, buku, dan lainnya sebagainya, yang terkait dengan penelitian penulis. Adapun teori yang digunakan adalah konsep tauhid Ibnu Taimiyah dengan tiga macam tauhid yaitu tauhid uluhiyah, rububiyah dan asma’ wa shifat. Namnun dalam penelitian ini, penulis hanya menggunakan tauhid uluhiyah untuk QS. Al-Baqarah : 21 dan tauhid rububiyah untuk QS. Al-Baqarah : 22.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penafsiran At-Tanwir mengolaborasi bagaimana praktik syirik terjadi tidak hanya pada masa lalu, tetapi juga muncul dalam berbagai wujud kontemporer, seperti menuhankan akal dan hawa nafsu serta mengikuti tradisi yang bertentangan dengan tauhid. Sedangkan Analisis terhadap penafsiran QS. Al-Baqarah: 21-22 ini sejalan dengan konsep tauhid uluhiyah Ibnu Taimiyah, namun terdapat perbedaan dalam memfokuskan tauhid uluhiyah ini. Ibnu Taimiyah berfokus pada pembersihan ibadah dari syirik dengan penekanan larangan dan kewajiban sedangkan At-Tanwir lebih berfokus pada relevansinya dala kehidupan sehari-hari dengan menggunakan akal dan ilmu pengetahuan.

Kata kunci : Tauhid, Tafsir At-Tanwir, konsep tauhid Ibnu Taimiyah
ABSTRACK

Karimah Assyahidah, NIM: 211111037. The Concept of Tawhid from Ibn Taymiyyah's Perspective on QS. Al-Baqarah: 21-22 in the At-Tanwir Muhammadiyah Tafseer.
Tawhid holds an important position in Islam. It means sincerely believing that only Allah Swt is the one and only God worthy of worship. However, with the development of time and society, many actions and words have fallen into the categories of major and minor shirk, even tending toward both. This, of course, contradicts the concept of tawhid. In the time of the Prophet Muhammad Saw, the people of Mecca associated partners with Allah by worshiping idols, but the situation is different in Indonesia. The "idols" in Indonesia are the ancestral traditions mixed with Islamic teachings. Starting from this issue, the author became interested in examining the interpretation of QS. Al-Baqarah: 21-22 in relation to tawhid. This research aims to answer two main questions First, how is the interpretation of QS. Al-Baqarah: 21-22 in Tafsir At-Tanwir, second, how is the analysis of the interpretation?
The research method used by the reseacher is library research. Primary data is sourced from the At-Tanwir Tafsir. Additionally, other sources include books, journals, and other materials related to the author's research. The theory used is Ibn Taymiyyah’s concept of tawhid, which includes three types of tawhid: tawhid uluhiyyah, rububiyyah, and asma' wa sifat. However, in this study, the author only uses tawhid uluhiyyah for QS. Al-Baqarah: 21 and tawhid rububiyyah for QS. Al-Baqarah: 22.
The research results show that the interpretation in At-Tanwir combines how the practice of shirk occurs, not only in the past but also in contemporary forms, such as idolizing reason or desires and following traditions that contradict tawhid. Meanwhile, the analysis of the interpretation of QS. Al-Baqarah: 21-22 is in line with Ibn Taymiyyah’s concept of tawhid uluhiyyah, but there are differences in focusing this tawhid. Ibn Taymiyyah focuses on purifying worship from shirk with an emphasis on prohibitions and obligations, while At-Tanwir focuses more on its relevance to daily life, using reason and scientific knowledge.

Keywords: Tawhid, At-Tanwir Tafsir, Ibn Taymiyyah’s concept of tawhid.


Ketersediaan

SK202520032.12X1 KAR k c1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2X1 KAR k c1
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
99 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this