Image of Kesadaran Ekologi dalam Al-Qur’an Surah Ar-Rūm [30]:41 Menurut Tafsir Al-Azhar (Presfektif Teori Deep Ecology Arne Naess).

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

Kesadaran Ekologi dalam Al-Qur’an Surah Ar-Rūm [30]:41 Menurut Tafsir Al-Azhar (Presfektif Teori Deep Ecology Arne Naess).



Syifa Febriola Tiara Cinta. Nim: 211111063. Kesadaran Ekologi dalam Al-Qur’an Surah Ar-Rūm [30]:41 Menurut Tafsir Al-Azhar (Presfektif Teori Deep Ecology Arne Naess). Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. 2025. Isu yang sedang banyak dibicarakan belakangan ini adalah krisis ekologi. Terjadinya krisis ekologi ini, disebabkan karena cara pandang antroposentrisme dan perilaku yang serakah terutama pada ketidakseimbangan diri sendiri, kepentingan umum, dan hak lingkungan (alam). Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan juga secara tidak langsung menjauhkan manusia modern dari eksistensinya. Peneliti dalam tulisan ini akan mengkaji tentang penafsiran Buya Hamka dalam surah Ar-Rūm [30]:41 dan relevansinya terhadap teori deep ecology Arne Naess. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research). Sumber data primer diambil dari kitab Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Serta sumber sekunder didapatkan dari buku, artikel jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori deep ecology Arne Naess. Buya Hamka dalam tafsirnya mengingatkan tugas manusia sebagai khalifah Allah yaitu menjaga, memperindah, memperbaiki, serta memakmurkan bumi dengan kemampuan yang Allah berikan. Kerusakan ekologi yang terjadi saat ini disebabkan oleh krisis moral dan spriritual manusia. Kerusakan yang terjadi antara lain pencemaran udara yang mengakibatkan penyakit pernafasan dan pencemaran sungai yang mengakibatkan ikan mati sehingga kekurangan pangan. Tafsir Buya Hamka dan teori ekologi Arne Naess memiliki tiga keselarasan. Pertama, krisis lingkungan disebabkan oleh manusia yang memiliki pandangan antroposentrisme, dimana pandangan tersebut dapat mempengaruhi sikap manusia terhadap alam yaitu berlaku sewenang-wenang. Kedua, pentingnnya menjaga keseimbangan alam
dan manusia agar tercipta kehidupan yang harmonis. Ketiga, kesadaran ekologi dapat dilakukan dengan mengubah cara pandang antroposentrisme menjadi ekosentrisme dan mengubah perilaku yang selaras dengan alam sesuai dengan tugas manusia sebagai khalifah yang muslih yaitu suka memperbaiki dan memperindah. Meskipun terdapat relevansi dalam pandangan Buya Hamka dan Arne Naess mengenai pentingnya menjaga lingkungan, keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam pendekatan dan landasan pemikiran. Buya Hamka menggunakan pendekatan tasawuf yang didasarkan pada keilmuan Islam, pengalaman pribadi, dan rujukan tafsir terdahulu. Sementara itu, Arne Naess memakai pendekatan filsafat yang dipengaruhi oleh pemikiran Spinoza, Gandhi, ajaran Hindu-Buddha, dan pengamatannya terhadap lingkungan sekitar.
Kata Kunci: Kesadaran, Ekologi, Al-Azhar, Deep Ecology Arne Naess


Ketersediaan

SK202520027.12x1 SYI k c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
30 cm., 95 hlm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this