Image of PENERAPAN PENAFSIRAN ISTIDRAJ DI ERA KONTEMPORER (STUDI ATAS QS AL-AN’AM:44 DAN QS AL-A’RAF:182-183 DALAM TAFSIR AL-MANAR)

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

PENERAPAN PENAFSIRAN ISTIDRAJ DI ERA KONTEMPORER (STUDI ATAS QS AL-AN’AM:44 DAN QS AL-A’RAF:182-183 DALAM TAFSIR AL-MANAR)



Dita Azzahraneta, NIM:211111065. Penerapan Penafsiran Istidraj Di Era Kontemporer (Studi Atas Qs Al-An’am:44 Dan Qs Al-A’raf:182-183 Dalam Tafsir Al-Manar). Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. 2025. Fenomena kesuksesan duniawi yang tidak diiringi dengan nilai-nilai agama menjadi salah satu tantangan besar di era modern. Banyak orang yang menikmati kelimpahan harta, kekuasaan, namun justru jauh dari ketakwaan. Istidraj dipahami sebagai bentuk pemberian nikmat duniawi kepada manusia yang melupakan Allah Swt, sehingga membuat mereka tenggelam dalam kelalaian dan kesombongan sebelum akhirnya mendapatkan azab secara tiba-tiba. Dengan melihat fenomena sosial di era kontemporer ini, maka istidraj dalam Al-Qur’an menjadi penting untuk dikaji, karena dapat mengungkap bagaimana kenikmatan dunia bisa menjadi ujian tersembunyi yang berujung pada kehancuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerapan Penafsiran istidraj di era kontemporer dalam QS Al-An’am:44 dan QS Al-A’raf:182-183 melalui perspektif tafsir Al-Manar. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa dokumentasi. Data dikumpulkan dari sumber primer yang terdapat dalam tafsir Al-Manar. Data dianalisa menggunakan teori Analisis Isi oleh Klaus Krippendorff, yang berfungsi untuk menelaah pesan makna yang terkandung dalam Al-Qur’an. Penelitian ini menerapkan model analisis data model Miles dan Huberrman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istidraj merupakan mekanisme ujian Ilahi yang terlihat dalam bentuk kenikmatan dunia, tetapi sesungguhnya menjadi jalan untuk menuju kehancuran bagi mereka yang lalai. Tafsir Al-Manar menekankan pentingnya kesadaran kritis atas nikmat yang diterima, serta kewajiban untuk menjaga syukur dan ketakwaan dalam kondisi apapun. Fenomena istidraj menjadi semakin relevan untuk dikaji di era kontemporer, mengingat pola hidup hedonisme dan materialisme yang semakin meluas dalam masyarakat. Sebagian besar masyarakat cenderung menunjukkan perilaku lalai ketika mendapatkan kenikmatan. Sikap yang seharusnya diperhatikan ketika mendapatkan kenikmatan adalah bersyukur dan menahan diri dari perilaku berlebihan.
Kata kunci: Fenomena istidraj, tafsir Al-Manar, era kontemporer.


Ketersediaan

SK202520026.12x1 DIT p c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
30 cm., 119 hlm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this