Image of KRITERIA PEMIMPIN DALAM AL-QUR’AN
Perspektif Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Azhar

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

KRITERIA PEMIMPIN DALAM AL-QUR’AN Perspektif Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Azhar



MUHAMAD RUBAI, NIM: 211111088, Kriteria Pemimpin Dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Azhar, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta, 2025.
Pemimpin merupakan aspek fundamental dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Islam memberikan panduan mengenai kriteria pemimpin yang ideal, sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kriteria pemimpin dalam Al-Qur’an berdasarkan perspektif Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Azhar serta membandingkan persamaan dan perbedaan interpretasi kedua tafsir tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Sumber utama yang digunakan adalah kitab Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Azhar. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik dokumentasi, yang mana dalam penelitian ini penulis mencari dan mengumpulkan informasi data melalui perpustakaan, baik online maupun offline. Oleh karena itu penelitian ini hanya berdasarkan pada buku-buku tertulis, jurnal, dan berbagai karya ilmiah yang relevan dengan tema penelitian. Data dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis) serta metode komparatif untuk melihat perbedaan dan persamaan antara kedua tafsir.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Tafsir Ibnu Katsir maupun Tafsir Al-Azhar menggarisbawahi empat kriteria utama pemimpin dalam Islam, yaitu shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (komunikatif dan transparan), dan fata ̅nah (cerdas). Tafsir Ibnu Katsir menekankan pendekatan tekstual dengan merujuk pada hadis dan asbāb an-nuzūl (sebab turunnya ayat), model tafsir Ibnu Katsir lebih mengedepankan normatifitas syariat dan adab Rasulullah dalam menilai kriteria pemimpin. Sesuai untuk menguatkan nilai-nilai dasar dalam pembentukan pemimpin yang taat aturan agama dan tradisi. Sedangkan Tafsir Al-Azhar menampilkan pendekatan yang lebih kontekstual, mengaitkan ayat-ayat dengan kondisi sosial dan politik, khususnya dalam konteks Indonesia, Buya Hamka lebih menekankan refleksi sosial, konteks historis, dan kepribadian pemimpin secara aktual. Tafsirnya lebih fleksibel dan humanistik, sesuai untuk dijadikan panduan pemimpin di era modern.

Kata Kunci: Kriteria Pemimpin, Al-Qur’an, Analisis isi, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Azhar.



ABSTRACT

MUHAMAD RUBAI, NIM: 211111088, Criteria for Leadership in the Qur'an: A Comparative Study of Tafsir Ibnu Katsir and Tafsir Al-Azhar. Qur'anic Studies Program, Faculty of Ushuluddin and Da'wah, UIN Raden Mas Said Surakarta, 2025.
Leadership is a fundamental aspect of social and national life. Islam provides guidance regarding the ideal criteria for a leader, as outlined in the Qur’an. This study aims to analyze the criteria for leadership in the Qur’an based on the perspectives of Tafsir Ibnu Katsir and Tafsir Al-Azhar, as well as to compare the similarities and differences in the interpretations of both exegeses.
This research employs a qualitative method using a library research approach. The primary sources used are Tafsir Ibnu Katsir and Tafsir Al-Azhar. The data collection technique applied in this study is documentation, where the researcher gathers and collects information from libraries, both online and offline. Therefore, this study relies solely on written books, journals, and various scholarly works relevant to the research theme. The data is analyzed using content analysis and comparative methods to identify the differences and similarities between the two interpretations.
The findings reveal that both Tafsir Ibn Kathir and Tafsir Al-Azhar emphasize four main criteria for leadership in Islam: shiddiq (truthfulness), amanah (trustworthiness), tabligh (communicativeness and transparency), and fatanah (intelligence). Tafsir Ibn Kathir adopts a textual approach, referring to hadith and the asbāb an-nuzūl (occasions of revelation), highlighting the normative aspects of sharia and the Prophet’s conduct in assessing leadership criteria. It is suitable for reinforcing foundational religious values in leader formation. In contrast, Tafsir Al-Azhar employs a more contextual approach, linking Qur’anic verses with social and political conditions, particularly in the Indonesian context. Buya Hamka emphasizes social reflection, historical context, and the actual personality of a leader. His interpretation is more flexible and humanistic, making it a relevant reference for leadership in the modern era.

Keywords: Leadership Criteria, Qur'an, Content Analysis, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Azhar.


Ketersediaan

SK2025200022.12x1 RUB k c1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
180 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this