Image of KONSELING UNTUK MENEMUKAN MAKNA HIDUP PENYANDANG DISABILITAS DI YAYASAN SEHATI SUKOHARJO

Text

KONSELING UNTUK MENEMUKAN MAKNA HIDUP PENYANDANG DISABILITAS DI YAYASAN SEHATI SUKOHARJO



ABSTRAK
Syaikh Muhammad Ali (21.12.21.139) Konseling untuk menemukan makna hidup penyandang disabilitas di Yayasan Sehati Sukoharjo. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Surakarta 2025.
Hidup yang dijalani penyandang disabilitas tidaklah mudah, sebab berkaitan dengan kondisi fisik, mental, dan pikirannya dalam rangka bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Terdapat makna hidup dalam setiap perjalanan hidup manusia yang dapat diperoleh dengan cara apapun, salah satunya dengan layanan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan mengenai pelaksanaan layanan konseling bagi penyandang disabilitas di Yayasan Sehati Sukoharjo. Dalam hal ini, layanan konseling memiliki peran penting dalam membantu mereka dalam menemukan makna hidupnya.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan model analisis deskriptif. Subjek penelitian ini berjumlah enam subjek, yakni tiga subjek staff Yayasan Sehati Sukoharjo dan tiga penyandang disabilitas yang dipilih dengan tenkik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap penyandang disabilitas serta konselor yang bertugas. Adapun keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data dalam penelitian ini ialah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi disabilitas bergabung dengan Yayasan Sehati Sukoharjo antara lain; relasi, pengaruh interpersonal, dan kesadaran diri. Selanjutnya pelaksanaan layanan Konseling di Yayasan Sehati Sukoharjo dilaksanakan dengan empat tahap yakni; identifikasi masalah, perencanaan intervensi konseling, proses konseling, dan evaluasi berkala yang dilakukan secara terstruktur. Teknik yang digunakan ialah mindfulness dan refleksi diri. Adapun perubahan sikap disabilitas setelah mengikuti konseling dalam mememaknai hidup ialah: percaya diri, keterbukaan sosial, dan optimisme.
Kata Kunci: Disabilitas, Konseling, Makna Hidup.


Ketersediaan

SK2025300.72.12X7.15 syai kPERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X7.15)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2X7.15 syai k
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
30 cm, 121 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this