Detail Cantuman
Advanced SearchText
PENGELOLAAN SISTEMIK HOLISTIK EKOWISATA SUMBER MATA AIR DI DESA PONGGOK KECAMATAN POLANHARJO KABUPATEN KLATEN (Perspektif Filsafat Lingkungan Fritjof Capra) SKRIPSI
ABSTRAK
Munawar Holil, 181121016, Pengelolaan Sistemik Holistik Ekowisata Sumber Mata Air di Desa Ponngok Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten (Prespektif Filsafat Lingkungan Hidup Fritjhof Capra) , Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin dan Humaniora, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2025.
Pemanfaatan sumber daya alam atau umbul sebagai daya tarik wisata telah menjadi bagian dari strategi pembangunan desa, sebagaimana terlihat di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, yang dianugerahi sumber mata air alami yang melimpah dikembangkan menjadi destinasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dampak pengelolaan ekowisata terhadap lingkungan sekitar sumber mata air, serta sejauh mana pengelolaan ekowisata di Desa Ponggok telah dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip ekologis dari kacamata filsafat lingkungan Fritjhof Capra, dengan bertitik tolak pada dua rumusan masalah utama berikut: 1) Bagaimana pengelolaan ekowista sumber mata air di desa Ponggok dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar? 2) Bagaimana penerapan pengelolaan ekowista sumber mata air desa Ponggok dalam perspektif Filsafat Lingkungan Hidup Fritjof Capra?.
Penelitian ini bersifat studi lapangan (field research) dengan mengkaji pengelolaan sumber daya air Desa Ponggok yang akan ditinjau melalui perspektif filsafat lingkungan Fritjof Capra. Sumber primer dalam penelitian adalah data-data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dibantu dengan data-data sekunder dari artikel-artikel penelitian terkait.
Hasil penelitian: 1) Pengelolaan ekowisata sumber mata air di Desa Ponggok telah mengarah pada pendekatan yang sistemik dan holistik. Dari sisi lingkungan, upaya pelestarian alam terus dijaga. Secara sosial, terjalin kerja sama yang baik antara pemerintah desa dan masyarakat, yang mendorong partisipasi sosial yang saling menguntungkan. Sementara itu, nilai budaya seperti tradisi kenduri banyu tetap dipertahankan sebagai bentuk syukur terhadap alam. 2) Praktik ini mencerminkan prinsip ekologis ala Fritjof Capra, terutama dalam aspek interdependensi, keberagaman wisata, serta fleksibilitas dan kemitraan sosial. Namun, penerapan prinsip daur ulang dan kesadaran ekologis yang mendalam masih menghadapi tantangan, terutama karena keterbatasan teknis dan rendahnya kesadaran lingkungan secara menyeluruh.
Kata Kunci: Ekowisata, Pengelolaan Sumber Mata Air, Filsafat Lingkungan, Fritjof Capra
Ketersediaan
| SK20250023.1 | 2X3 MUN PE | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X3) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2X3 MUN PE
|
| Penerbit | : ., |
| Deskripsi Fisik |
-
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
MUNAWAR HOLIL
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






