Detail Cantuman
Advanced SearchText
KONSEP KETUHANAN DALAM SULUK SEH SITI JENAR PERSPEKTIF WAHDATUL WUJUD IBNU ARABI
ABSTRAK
Delima Puji Lestari. NIM. 211121004. Konsep Ketuhanan dalam Suluk Seh Siti Jenar Perspektif Wahdatul Wujud Ibnu Arabi. Program studi Aqidah dan Filsafat Islam. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. 2025
Kehidupan manusia berada pada dinamika dimana materilah yang menjadi ukuran utama. Ukuran baik dan buruk seseorang sudah tidak lagi tentang pengetahuan agama, namun seberapa banyak harta dan kekuasaan yang ia miliki. Hedonisme dan pragmatisme yang mendominasi kehidupan modern, menjadikan manusia terfokus pada kehidupan dunia semata. Penelitian ini membahas konsep ketuhanan yang ada dalam suluk seh siti jenar dilihat dari sudut pandang Ibnu Arabi sebagai langkah awal dalam mengatasi masalah diatas. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana konsep ketuhanan dalam suluk Seh Siti Jenar perspektif wahdatul wujud Ibnu Arabi? apakah suluk Seh Siti Jenar masih relevan bagi kehidupan spiritual masa kini? Tujuan penelitiani ini adalah mendiskripsikan konsep ketuhanan dalam Suluk Seh Siti Jenar perspektif Wahdatul Wujud Ibnu Arabi dan apakah suluk ini masih relevan bagi kehidupan spiritual masa kini.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer yang digunakan adalah Suluk Seh Siti Jenar. Sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari literatur yang relevan dengan tema penelitian ini berupa buku, jurnal artikel, dan sebagainya. Untuk menganalisis data menggunakan metode deskripsi dan interpretasi.
Hasil penelitian ini adalah (1) Konsep ketuhanan dalam Suluk Seh Siti Jenar dilihat dari sudut pandang wahdatul wujud diwujudkan melalui beberapa aspek utama. Manunggaling Kawula Gusti menjadi inti ajaran, yang mengajarkan bahwa manusia tidak terpisah dari Tuhan, melainkan bagian dari keberadaan-Nya. Pemahaman ini diperoleh melalui pengalaman spiritual yang intens, di mana seseorang menjalani perjalanan batin untuk menyadari hakikat dirinya dan Tuhan. Sinkretisme budaya juga berperan penting, karena ajaran Seh Siti Jenar mengakomodasi unsur-unsur lokal dalam penyebaran Islam, sehingga membentuk pemahaman ketuhanan yang khas. (2) Relevansi ajaran Suluk Seh Siti Jenar bagi kehidupan spiritual masa kini sangatlah signifikan. konsep manunggaling kawula gusti dapat diinterpretasikan sebagai kesadaran bahwa manusia adalah bagian dari keseluruhan yang lebih besar, yang mencakup Tuhan dan alam semesta. Pemahaman ini dapat membantu manusia modern dalam menemukan kedamaian batin serta hubungan yang lebih mendalam dengan Tuhan. Selain itu, ajaran ini juga dapat menjadi jembatan bagi dialog antaragama.
Kata kunci : Ketuhanan, Suluk Seh Siti Jenar, Wahdatul Wujud
Ketersediaan
| SK20250019.1 | 2X3 DEL K | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X3) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2X3 DEL K
|
| Penerbit | : ., |
| Deskripsi Fisik |
30 cm, 100 HLM
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
DELIMA PUJI LESTARI
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






