Image of MAKNA SIMBOL EMPAT HURUF HIJAIYAH
KYAI CHASBULLAH DI MASJID JAMI’ PONPES BAHRUL ULUM TAMBAKBERAS KABUPATEN JOMBANG
(Perspekif Teori Semiotika Charles Sanders Pierce)

Text

MAKNA SIMBOL EMPAT HURUF HIJAIYAH KYAI CHASBULLAH DI MASJID JAMI’ PONPES BAHRUL ULUM TAMBAKBERAS KABUPATEN JOMBANG (Perspekif Teori Semiotika Charles Sanders Pierce)



ABSTRAK

Terizta Maulidyah. 211121026, Makna Simbol Empat Huruf Hijaiyah Kyai Chasbullah di Masjid Jami` Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Kabupaten Jombang (Perspektif Charles Sanders Pierce). Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. 2025.
Salah satu bangunan mencolok di Masjid Jami' Bahrul Ulum Tambakberas adalah menara unik setinggi sekitar 15 meter yang terletak di pintu masuk timur, yang dulunya digunakan oleh muazin untuk mengumandangkan adzan. Selain menara, bangunan masjid tua ini juga menonjol dengan gaya arsitektur klasiknya. Dinding asli, pintu jati tua, dan jendela besi tetap dipertahankan. Masjid ini juga menjadi saksi bisu perjuangan kemerdekaan, yang dilambangkan melalui empat huruf Hijaiyah yang tertulis di bawah menara masjid, huruf-huruf tersebut adalah Ha, Ra, Ta, dan Mim. Maka, dalam penelitian ini dikemukakan masalah (1) Apa latar belakang pembuatan empat huruf hijaiyah K.H. Chasbullah di Menara Masjid Jami` Ponpes Tambakberas? (2) Apa makna simbolik empat huruf hijaiyah KH. Chasbullah di Menara Masjid Jami’ Pondok Pesantren Tambakberas?
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yakni field research. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah: obsevasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian, data tersebut dianalisa menggunakan metode deskriptif, metode verstehen dan metode interpretasi. Tujuan dari penelitian ini ialah (1) Mengetahui latar belakang pembuatan empat huruf hijaiyah K.H. Chasbullah di Menara Masjid Jami` Ponpes Tambakberas (2) makna simbolik empat huruf hijaiyah KH. Chasbullah di Menara Masjid Jami’ Pondok Pesantren Tambakberas.
Hasil penelitian ini ialah (1) Tulisan Ḥā (ح), Rā (ر), Tā (ت), dan Mīm (م) berasal dari wasiat KH Chasbullah, yang dibuka pada 1948 oleh putranya, KH Abdul Hamid Hasbullah, lalu diukir pada menara masjid sebagai penghormatan. Keempat huruf ini menjadi ikon khas Pesantren Tambakberas sekaligus sumber motivasi santri, melambangkan kesempurnaan dalam menuntut ilmu dengan nilai ketekunan, kedisiplinan, dan perjuangan. Dalam perspektif Charles Sanders Peirce, huruf-huruf tersebut merefleksikan hubungan bahasa, sejarah, dan identitas pesantren. (2) Sebagai ikon, tulisan ini merepresentasikan bentuk asli huruf Arab yang mudah dikenali secara visual. Keberadaannya langsung mengacu pada tradisi tulisan dalam Islam, di mana aksara memiliki peran penting dalam penyebaran ilmu dan ajaran agama. Selain itu, tulisan ini juga berfungsi sebagai indeks, yakni tanda yang memiliki keterkaitan langsung dengan sejarah pesantren. Posisinya di menara Masjid Jami’ Tambakberas bukan sekadar dekorasi, melainkan jejak konkret perjalanan panjang pesantren dalam membangun tradisi keilmuan. Lebih dalam lagi, pada konteks sosial dan budaya, tulisan ini berperan sebagai simbol. Maknanya tidak hanya terletak pada bentuk fisiknya, tetapi juga dibangun melalui pemahaman kolektif masyarakat pesantren.

Kata Kunci: Pondok Pesantren, Menara Masjid, Masjid Jami`, Ponpes Tambakberas,


Ketersediaan

SK20250014.12X3 Ter MPERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X3)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2X3 Ter M
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this