Detail Cantuman
Advanced SearchText
KONSEP SANGKAN PARANING DUMADI DALAM SERAT WEDHATAMA KARYA K.G.P.A.A. MANGKUNEGARA IV (Perspektif Filsafat Jawa Abdullah Ciptoprawiro)
ABSTRAK
Taqaroba Fahmiyano, NIM: 211121053. Konsep Sangkan Paraning Dumadi dalam Serat Wedhatama karya K.G.P.A.A. Mangkunegara IV Perspektif Filsafat Jawa Abdullah Ciptoprawiro. Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam. Jurusan Ushuluddin dan Humaniora. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. UIN Raden Mas Said Surakarta. Tahun 2025.
Penelitian ini mengkaji Konsep Sangkan Paraning Dumadi dalam Serat Wedhatama karya K.G.P.A.A. Mangkunegara IV melalui perspektif filsafat Jawa Abdullah Ciptoprawiro. Konsep Sangkan Paraning Dumadi (asal dan tujuan kehidupan) merupakan inti dari pemikiran Jawa yang membahas asal-usul manusia, tujuan hidup, dan hubungannya dengan Tuhan. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana konsep Sangkan Paraning Dumadi dalam Serat Wedhatama karya K.G.P.A.A. Mangkunegara IV Perspektif Filsafat Jawa Abdullah Ciptoprawiro? (2) Bagaimana relevansi konsep Sangkan Paraning Dumadi dalam Serat Wedhatama karya K.G.P.A.A. Mangkunegara IV Perspektif Filsafat Jawa Abdullah Ciptoprawiro terhadap spiritual dan etika masyarakat Jawa Kontemporer?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep Sangkan Paraning Dumadi dalam Serat Wedhatama serta relevansinya terhadap spiritual dan etika masyarakat Jawa kontemporer.
Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh dari naskah Serat Wedhatama dan buku Filsafat Jawa, sedangkan data sekunder berasal dari berbagai literatur seperti buku, jurnal, naskah kuno, dan skripsi yang relevan. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif, interpretasi, dan analisis bahasa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) konsep Sangkan Paraning Dumadi dalam Serat Wedhatama mencakup tiga aspek utama: metafisika, epistemologi, dan aksiologi. Metafisika membahas eksistensi Tuhan, manusia, dan alam semesta. Epistemologi menjelaskan proses pencarian pengetahuan melalui kesadaran pancaindera dan kesadaran hening. Sementara itu, aksiologi menguraikan nilai-nilai estetika dan etika dalam kehidupan, termasuk pengendalian hawa nafsu melalui sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa, sembah rasa dan memayu hayuning bawana. (2) Relevansi konsep ini terhadap masyarakat Jawa kontemporer terletak pada upaya mengatasi krisis spiritual dan etika di era sekarang. Konsep Sangkan Paraning Dumadi menawarkan solusi untuk mencapai keseimbangan hidup melalui pengendalian diri, kesadaran spiritual, dan penghormatan terhadap nilai-nilai tradisional. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi dan masyarakat dalam memahami serta melestarikan warisan budaya Jawa, khususnya dalam menghadapi tantangan zaman kontemporer.
Kata Kunci: Sangkan Paraning Dumadi, Serat Wedhatama, Filsafat Jawa.
Taqaroba Fahmiyano, NIM: 211121053. Konsep Sangkan Paraning Dumadi dalam Serat Wedhatama karya K.G.P.A.A. Mangkunegara IV Perspektif Filsafat Jawa Abdullah Ciptoprawiro. Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam. Jurusan Ushuluddin dan Humaniora. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. UIN Raden Mas Said Surakarta. Tahun 2025.
Penelitian ini mengkaji Konsep Sangkan Paraning Dumadi dalam Serat Wedhatama karya K.G.P.A.A. Mangkunegara IV melalui perspektif filsafat Jawa Abdullah Ciptoprawiro. Konsep Sangkan Paraning Dumadi (asal dan tujuan kehidupan) merupakan inti dari pemikiran Jawa yang membahas asal-usul manusia, tujuan hidup, dan hubungannya dengan Tuhan. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana konsep Sangkan Paraning Dumadi dalam Serat Wedhatama karya K.G.P.A.A. Mangkunegara IV Perspektif Filsafat Jawa Abdullah Ciptoprawiro? (2) Bagaimana relevansi konsep Sangkan Paraning Dumadi dalam Serat Wedhatama karya K.G.P.A.A. Mangkunegara IV Perspektif Filsafat Jawa Abdullah Ciptoprawiro terhadap spiritual dan etika masyarakat Jawa Kontemporer?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep Sangkan Paraning Dumadi dalam Serat Wedhatama serta relevansinya terhadap spiritual dan etika masyarakat Jawa kontemporer.
Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh dari naskah Serat Wedhatama dan buku Filsafat Jawa, sedangkan data sekunder berasal dari berbagai literatur seperti buku, jurnal, naskah kuno, dan skripsi yang relevan. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif, interpretasi, dan analisis bahasa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) konsep Sangkan Paraning Dumadi dalam Serat Wedhatama mencakup tiga aspek utama: metafisika, epistemologi, dan aksiologi. Metafisika membahas eksistensi Tuhan, manusia, dan alam semesta. Epistemologi menjelaskan proses pencarian pengetahuan melalui kesadaran pancaindera dan kesadaran hening. Sementara itu, aksiologi menguraikan nilai-nilai estetika dan etika dalam kehidupan, termasuk pengendalian hawa nafsu melalui sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa, sembah rasa dan memayu hayuning bawana. (2) Relevansi konsep ini terhadap masyarakat Jawa kontemporer terletak pada upaya mengatasi krisis spiritual dan etika di era sekarang. Konsep Sangkan Paraning Dumadi menawarkan solusi untuk mencapai keseimbangan hidup melalui pengendalian diri, kesadaran spiritual, dan penghormatan terhadap nilai-nilai tradisional. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi dan masyarakat dalam memahami serta melestarikan warisan budaya Jawa, khususnya dalam menghadapi tantangan zaman kontemporer.
Kata Kunci: Sangkan Paraning D
Ketersediaan
| SK20250011.1 | 2X3 TAQ k | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X3) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2X3 TAQ k
|
| Penerbit | : ., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
30 cm 170 HLM
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
TAQAROBA FAHMIYANO
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






