<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="12415">
 <titleInfo>
  <title>Fenomena Libidonomics Pada Masyarakat Kontemporer (Perspektif Manusia Satu Dimensi Herbert Marcuse)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Abdul Halim Al’atas</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Nurlaili Muhadiyatiningsih</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Surakarta</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ushuluddin dan Dakwah</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text">Bahasa Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">AQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM</form>
  <extent>100 hal, 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abdul Halim Al’atas, 191121003, Fenomena Libidonomics Pada Masyarakat Kontemporer (Perspektif Manusia Satu Dimensi Herbert Marcuse), Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin dan Humaniora, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2023.&#13;
Dalam era kontemporer, ihwal ekonomi sudah mengalami pergeseran arah gerak yang amat signifikan. Ihwal ekonomi kini telah dikuasai oleh semacam libidonomics, yakni terjadi suatu pendistribusian rangsangan, rayuan, godaan, kesenangan, kegairahan, atau hasrat dalam satu arena pertukaran ekonomi. Oleh karena itu, dengan menggunakan pemikiran filosofis Herbert Marcuse penelitian berusaha menjelaskan bagaimana kondisi kehidupan manusia dalam ruang libidonomics serta relevansi pemikiran filosofis Herbert Marcuse untuk menjelaskan adanya fenomena libidonomics. Berangkat dari dua rumusan masalah berikut: 1) Bagaimana kondisi kehidupan manusia dalam fenomena libidomics pada masyarakat kontemporer?, dan 2) Apa relevansi fenomena libidonomics pada masyarakat kontemporer dengan konsep filosofis manusia satu dimensi herbert marcuse?. Bertujuan untuk: 1) untuk mendeskripsikan kondisi kehidupan manusia dalam fenomena libidomics pada masyarakat kontemporer, dan 2) untuk menjelaskan relevansi fenomena libidonomics pada masyarakat kontemporer dengan konsep filosofis manusia satu dimensi herbert marcuse.&#13;
Penelitian ini bersifat studi pustaka (library research) dengan menjadikan fenomena libidonomics yang terjadi di era kontemporer yang dikaji dengan menggunakan pemikiran filosofis Herbert Marcuse tentang “Manusia Satu-Dimensi”. Sumber primer yang digunakan adalah buku Yasraf Amir Piliang, yang di dalamnya membahas tentang fenomena libidonomics. Sedangkan, sumber sekunder dalam penelitian adalah kajian-kajian yang berkaitan dengan fenomena-fenomena konsumerisme yang terjadi pada masyarakat era kontemporer. Adapun metode analisis datanya: deskriptif, verstehen, dan intepretasi.&#13;
Hasil penelitian: 1) Dalam aturan main yang terdapat dalam fenomena libidonomics, kondisi manusia terdefinisikan sebagai subjek konsumtif yang menjadikan pola konsumsi itu sendiri gaya hidup. Manusia mengonsumsi tanda-tanda sebagai jalan untuk mendefinisikan dirinya, salah satunya supaya mendapatkan status sosial. 2) Manusia sebagai subjek konsumtif adalah manusia yang terbelenggu oleh bahasa “administrasi total” yang berhasil mendikte kehidupan manusia untuk hanya benar-benar ikut dalam aturan main libidonomics. Mereka direpresi secara lembut lewat kata-kata, simbol-simbol dan imajinasi-imajinasi yang merayu hasrat supaya terus-menerus mengonsumsi rayuan-rayuan tersebut. Dengan demikian, mereka adalah manusia satu-dimensi karena kehilangan dimensi-negasi dalam kesadaran berpikir kritisnya. Manusia yang hidupnya hanya mengikuti rayuan-rayuan iklan konsumtif tanpa pernah bisa menolaknya.&#13;
Kata Kunci: Herbert Marcuse, Libidonomics, Manusia Satu-Dimensi, Yasraf Amir Piliang</note>
 <note type="statement of responsibility">Abdul Halim Al’atas</note>
 <classification>2X3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Fakultas  Ushuluddin &amp; Dakwah Open Source Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>2X3 ABD f</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">SK20241037.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH</sublocation>
    <shelfLocator>2X3 ABD f</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="36049" url="" path="/Abstrak_191121003.pdf" mimetype="application/pdf">ABSTRAK</slims:digital_item>
  <slims:digital_item id="36050" url="" path="/Halaman Judul_191121003.pdf" mimetype="application/pdf">HALAMAN JUDUL</slims:digital_item>
  <slims:digital_item id="36051" url="" path="/Bab 1_191121003.pdf" mimetype="application/pdf">BAB I</slims:digital_item>
  <slims:digital_item id="36055" url="" path="/Bab 5_191121003.pdf" mimetype="application/pdf">BAB 5</slims:digital_item>
  <slims:digital_item id="36056" url="" path="/Daftar Pustaka_191121003.pdf" mimetype="application/pdf">DAFTAR PUSTAKA</slims:digital_item>
  <slims:digital_item id="36057" url="" path="/Lampiran_191121003.pdf" mimetype="application/pdf">LAMPIRAN</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <slims:image>Cover_191121003.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>12415</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-11 10:35:07</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-12 10:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>