<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="12349">
 <titleInfo>
  <title>Feminist Politics and Human Nature</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Alisson M Jaggar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">America</placeTerm>
   <publisher>Rowman &amp; Littlefield Publisher, Inc.</publisher>
   <dateIssued>1983</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">en</languageTerm>
  <languageTerm type="text">English</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>22,5 cm; 408 hal.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Buku ini menyajikan investigasi teori gender dan bahasa berbasis seks yang merinci defisit, dominasi dan pendekatan sub-budaya seperti yang didefinisikan oleh banyak peneliti sosial dan ahli bahasa di bidang wacana gender dan seks. Siswa tingkat tersier telah berulang kali diidentifikasi sebagai sumber variasi antar individu dalam perkembangan bahasa, namun interaksi mereka jarang diselidiki. Meskipun perbedaan jenis kelamin selalu menjadi titik fokus eksperimen mengenai keterampilan bahasa yang sedang berkembang, data masih langka dan tidak konsisten dalam kehidupan universitas. Pertanyaan mengenai apakah universitas memberikan dampak yang sama terhadap mahasiswa laki-laki dan perempuan, serta mengenai konsistensi perbedaan-perbedaan ini selama sosialisasi di universitas, masih terbuka. Dalam penelitian ini, konsistensi perbedaan jenis kelamin di antara siswa tingkat tersier telah dievaluasi berdasarkan teori bahasa. Oleh karena itu, perdebatan tentang apakah bahasa harus dipelajari sebagai suatu entitas yang terpisah dan berbeda atau dapat diselesaikan jika gagasan aktivitas diadopsi karena akan memungkinkan pemahaman bahasa sebagai realitas, yang mencerminkan modifikasi dan perkembangan. Menyusul krisis masyarakat di masa lalu dan masa kini, baik persamaan maupun perbedaan antara tuturan laki-laki dan perempuan tampaknya menjadi persoalan penting yang patut dikaji. Terakhir, penelitian ini menunjukkan pemahaman di bidang bahasa bagaimana dan kapan penggunaan bahasa mengkonstruksi perbedaan gender sebagai sebuah kategori sosial.</note>
 <note type="statement of responsibility">Alisson M Jagar</note>
 <subject authority="">
  <topic>Politik</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Feminisme</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Sosialisme</topic>
 </subject>
 <classification>305.3</classification>
 <identifier type="isbn">0847672549</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Fakultas  Ushuluddin &amp; Dakwah Open Source Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>305.3 JAG f</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">B003754.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH</sublocation>
    <shelfLocator>305.3 JAG f c.1</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Feminist_Politics_and_Human_Nature.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>12349</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-22 18:13:51</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-01 13:57:01</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>