<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="12286">
 <titleInfo>
  <title>Al-Dakhil Fi Al-Tafsir Refleksi Analitik terhadap Infiltrasi dalam Penafsiran Alquran</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eva Musyarrofah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Kencana Prenada Media</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text">Bahasa Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>23 cm; 168 hal.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sejarah kritik penafsiran pada dasarnya telah berkembang sejak metode tafsir dirumuskan sampai mendekati titik “mapan”, seperti yang dikatakan al-Dhahabi, bahwa penafsiran Alquran menggunakan Alquran dan Hadis Nabi Muhammad saw. adalah cara terbaik menafsirkan Alquran. Rumusan ini tampaknya berimplikasi: bahwa bentuk penafsiran yang keluar dari Alquran dan Hadis Nabi saw. adalah penafsiran yang kurang “kuat”. Namun pada kenyataannya masih cukup banyak beberapa kitab tafsir yang alih-alih menggunakan Hadis Nabi sebagai acuan, justru menjadikan israiliyat sebagai basis pemahaman. Sehingga yang terjadi bukan melihat pandangan Alquran tentang cerita-cerita terdahulu, tetapi menjadikan pandangan kitab terdahulu untuk melihat Alquran.&#13;
Buku ini memaparkan topik yang relatif masih belum banyak ditulis dalam bahasa Indonesia, Al-Dakhīl fī al-Tafsīr. Secara aksiologis, topik ini penting untuk membuat ruang publik luas terlibat dalam dinamika penafsiran Alquran. Buku ini memberikan gambaran-gambaran penting bahwa bisa jadi ulama tidak luput dari kesalahan ketika menafsirkan Alquran dan, secara ensiklopedis, buku ini mencoba merangkum berbagai rumusan ulama tentang metode untuk mengetahui bentuk-bentuk kesalahan penafsiran tersebut. Dengan demikian, buku ini dapat menjadi pengantar bagi seluruh kalangan yang berminat memahami kajian Alquran pada umumnya, dan al-dakhīl fī al-tafsīr pada khususnya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Tafsir</topic>
 </subject>
 <classification>2X1.3</classification>
 <identifier type="isbn">9786233845588</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Fakultas  Ushuluddin &amp; Dakwah Open Source Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>2X1.3 MUS a</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">B003682.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH</sublocation>
    <shelfLocator>2X1.3 MUS a c.1</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">B003682.2</numerationAndChronology>
    <sublocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH</sublocation>
    <shelfLocator>2X1.3 MUS a c.2</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>aldakhil.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>12286</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-14 10:18:41</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-14 10:19:41</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>